Lonjakan Kasus Covid-19, Dua IGD Rumah Sakit di Bandung Raya Lumpuh Karena Kurang Oksigen
Lonjakan kasus Covid-19 selama Juni 2021 atau sejak Lebaran 2021 membuat dua IGD rumah sakit di Bandung Raya lumpuh.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lonjakan kasus Covid-19 selama Juni 2021 atau sejak Lebaran 2021 membuat dua IGD rumah sakit di Bandung Raya lumpuh.
Di Kabupaten Bandung, manajemen RSUD Majalaya terpaksa menutup sementara IGD karena kekurangan oksigen.
Pantauan Tribun Jabar pada Rabu 30 Juni, pintu masuk IGD RSUD Majalaya tertutup. Di depannya terdapat tulisan di kertas berwarna putih yang ditempel.
Baca juga: Wali Kota Bandung Pastikan Pembelajaran Tatap Muka Tak Akan Dimulai Juli Ini, Ternyata Ini Alasannya
"Terhitung mulai 29 Juni pulul 22.00 IGD RSUD MAJALAYA DiTUTUP SEMENTARA WAKTU, sampai dengan pemberitahuan selanjutnya. Ttd Manajemen RSUD MAJALAYA," tulisan di kertas yang ditempel di pintu IGD RSUD Majalaya.
Meski demikian, warga masih ada yang mengunjungi RSUD Majalaya tapi bukan untuk masuk ke IGD. Mereka yang datang ke RSUD Majalaya hanya keluarga pasien rawat inap, dan pasien rawat jalan. Sebab pelayanan rawat inap dan rawan jalan masih dibuka, yang ditutup hanya IGD.
Humas RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, membenarkan, IGD RSUD Majalaya ditutup sementara dan tak melayani pasien yang datang ke IGD.
"Mulai kemarin mengambil kebijakan berdasarkan rapat emergency, tadi malam untuk menutup bagian pelayanan khususnya IGD karena terkait dengan ketersedian oksigen, dan suplai oksigen ke rumah sakit," ujar Agus, saat ditemui di RS Majalaya, Rabu (30/6/2021).
Agus mengungkapkan, keputusan ini diambil karena melonjaknya kasus Covid-19 sekarang dan kebutuhan pasien umum yang memerlukan oksigen.
"Jadi kebutuhan oksigen rumah sakit ini, bukan hanya untuk memenuhi pasien Covid-19, tapi juga untuk pasien umum yang memerlukan dan juga beberapa tindakan, seperti oprasi dan lainnya juga sangat memerlukan (oksigen)," katanya.
Agus mengatakan, pihaknya sudah dapat pemberitahuan dari suplier oksigen mereka tak bisa mencukupi yang dipesan untuk kebutuhan rumah sakit.
"Kebutuhan sekitar 125 tabung oksigen kemarin hanya dikirim 30 tabung oksigen waktu pagi, dan sore 40 tabung, jadi ada kekurangan sekitar 75 tabung," katanya.
Ketersedian oksigen yang ada, kata Agus, hanya menanggulangi pasien yang sudah dirawat sehingga kebijakan untuk penutupan IGD diambil.
"Jadi stok oksigen yang ada diutamakan untuk yang sedang dirawat. Kami berkordinasi dengan pelayananan yang lain baik puskesmas, klinik, dan rumah sakit untuk memberikan bantuan kebutuhan oksigen. Kami berkomunikasi juga dengan rumah sakit rujukan, sistem rujukan untuk pasien yang kami tidak bisa dilayani di sini karena keterbatasan oksigen," ucapnya.
RSUD Cibabat Cimahi Juga Menutup IGD
RSUD Cibabat di Kota Cimahi terpaksa harus menutup fasilitas IGD disebabkan habisnya stok tabung oksigen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/igd-rsud-majalaya.jpg)