Kamis, 7 Mei 2026

Kisah Perajin Peti Mati di Majalengka,Laris Tapi Hati Menangis Selalu ada Pasien Covid-19 Meninggal

Di tengah jumlah kematian pasien Covid-19, sekelompok warga di Desa Jatimulya Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka disibukan dengan pesanan peti.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha
Tribun JAbar / Eki
Perajin peti mati di Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka saat sedang membuat peti mati yang dipesan dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Majalengka. 

"Senang dalam hal pendapatan, tapi kalau dari segi pembuatan sedih, artinya masih ada korban Covid-19," ujarnya.

Bahan-bahan pembuatan peti mati itu memerlukan kayu triplek, paku, lem, cat minyak.

Sementara, alat-alat yang digunakan, yakni palu, besi, kompresor dan lain-lain. Dalam prosesnya, triplek-triplek itu dipotong-potong dibentuk peti mati. Kemudian, diplamir lalu masuk tahap akhir, yaitu proses pengamplasan dan pengecatan.

Baca juga: Meledaknya Kasus Covid-19 di KBB Dicurigai Akibat Varian Delta, Dinkes KBB Langsung Uji Laboratorium

"Sejatinya tidak ada kendala, karena kami basicnya di pembuatan meubel, jadi peti-peti doang mah bisa," ucap Idar.

Produksi peti mati milik Idar per hari mencapai 10 unit. Meski memiliki usaha sampingan yang dianggap ironis, ia tetap berharap agar pandemi Covid-19 cepat usai.

"Saya sendiri pandemi Covid-19 cepat sembuh (berakhir)," jelasnya.

Sudah 81 Orang Pasien Covid-19 Meninggal

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kabupaten Majalengka, per bulan Juni dari tanggal 1-27 angka kematian Covid-19 di Majalengka mencapai 81 orang.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya yang mana hanya menyentuh angka 10 orang.

"Selama bulan juni (dari tgl 1 sd tgl 27 juni) 81 yang meninggal dan jumlah kasus yang terkonfirmasi 1933 kasus," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved