Minggu, 19 April 2026

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Stok Oksigen Medis Menipis, Persediaan di Jabar Hanya Cukup Beberapa Hari

Headline Tribun Jabar, hari ini, mengulas ketersediaan stok oksigen medis yang menipis. Lonjakan kasus harian Covid-19 mulai berimbas pada ketersediaa

Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Cipta Permana
Tabung oksigen isi ulang volume satu meter kubik kosong yang berjejer di depan pintu masuk Apotek Kimia Farma 43 Buahbatu, Kota Bandung, Minggu (27/6/2021). 

Headline Tribun Jabar, hari ini, mengulas ketersediaan stok oksigen medis yang menipis.

Ikulit ulasan Headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

BANDUNG, TRIBUN - Lonjakan kasus harian Covid-19 mulai berimbas pada ketersediaan oksigen medis di pasaran.

Sejumlah apotek di Kota Bandung mengaku kerap kehabisan persediaan dalam beberapa pekan terakhir. Bukan saja karena naiknya permintaan, tapi juga karena adanya pembatasan pengiriman dari suplier.

Baca juga: Covid-19 Melonjak, Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Ditutup, Semua Perkantoran WFH 100 Persen

Asisten Apoteker Prima Jaya, Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Akhmad Alam Maulana, mengaku ketersediaan oksigen medis di apoteknya mengalami kekosongan sejak seminggu terakhir.

"Bahkan, minggu kemarin kami benar-benar kosong. Hari Jumat kemarin memang ada pengiriman, tapi jumlahnya dibatasi hanya sepuluh tabung ukuran satu meter kubik. Padahal, biasanya kami dikirim 20 tabung oksigen dari suplier. Katanya, pasokan dibagi-bagi ke beberapa wilayah, bukan cuma di Kota Bandung tapi juga luar Kota Bandung," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (27/6).

Alam mengatakan permintaan oksigen isi ulang naik setelah Idulfitri. Bahkan, seiring terbatasnya ketersediaan barang, sejumlah konsumen memilih untuk membeli tabung lengkap dengan regulatornya.

"Kalau dulu sebelum hari raya, konsumen yang ngisi ulang tabung oksigen itu paling hanya satu atau dua orang, tapi beberapa hari ini lebih dari lima orang. Malahan terakhir itu hari Jumat pagi kita ngisi sepuluh tabung, Jumat malam itu sudah sisa dua. Beberapa konsumen harus waiting list. Mereka minta untuk dikabari kalau tabung oksigen datang dari suplier, sampai segitunya," ujarnya.

Baca juga: BARU SAJA Gempa Guncang Gunung Kidul, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ada yang Lupa Pakai Sandal

Untuk isi ulang tabung ukuran satu meter kubik, kata Alam, harganya hanya Rp 38 ribu. Namun, jika membeli dengan tabungnya, harganya Rp 650 ribu.
"Tidak ada kenaikan harga jual, hanya pembatasan pembelian. Maksimal seorang hanya bisa beli dua tabung," ujar Alam.

Namun, melihat kondisi hari-hari ini, menurut Alam, bukan tidak mungkin harga tabung oksigen akan naik dari Rp 650 ribu jadi Rp 700 ribu atau Rp 750 ribu.
"Kalau Oxycan atau oksigen portabel malah udah kosong lama di kita. Katanya mah kosong pabrik, enggak tahu kapan bakal ada lagi," katanya.

Hal serupa juga dialami apotek Kimia Farma 43 Buahnbatu. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan isi ulang tabung oksigen, manajemen terpaksa mencari ketersediaan hingga ke distributor di Jakarta.

"Kosong kondisinya (tabung isi ulang) di Kota Bandung sekarang. Terakhir itu saya cari dan dapat oksigen itu dari Jakarta, Selasa lalu, itupun hanya dapat 20 tabung, langsung habis dua tiga hari saja.

Terus bagian pengadaan di apotek saya pesan lagi, malah katanya harus COD (cash on delivery) sekarang, dan itu pun barangnya belum tentu ada, karena informasi suplyer prioritas sekarang pengiriman ke rumah sakit, jadi apotek engga kebagian," ujar Kepala Apotek Kimia Farma 43 Buahbatu, Aji Sutarmaji, saat dihubungi Tribun melalui telepon, kemarin.

Baca juga: Besok Lawan Arema FC, Siapa yang Jadi Starter Persib Bandung? Ini Kata Robert Alberts

Aji mengatakan, pihaknya menjual dua jenis tabung oksigen, yaitu tabung oksigen lengkap dengan regulator dan troli yang dihargai Rp 1,5 juta, dan tabung oksigen isi ulang atau tukar tabung dengan berat 25 kilogram Rp 40 ribu.

"Biasanya kita itu didrop (dikirim) 30-50 tabung isi ulang seminggu. Kalau tabung lengkap dengan regulator dan troli itu sekitar 20-an. Sekarang ini posisinya, baik tabung lengkap dengan regulator maupun tabung isi ulang itu habis tidak ada sama sekali. Tapi saya sudah telepon dan pesan ke pemasoknya, katanya besok dikirim, tapi enggak tahu juga dikirim jam berapa, dan apakah jadi dikirim besok atau lusa," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved