Senin, 20 April 2026

Covid-19 Melonjak, Seluruh Objek Wisata di Pangandaran Ditutup, Semua Perkantoran WFH 100 Persen

Kasus Covid-19 mengalami lonjakan signifikan, Pemerintah Daerah memutuskan untuk menutup seluruh Objek wisata di Kabupaten Pangandaran.

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
ILUSTRASI - Pengunjung berkunjung ke Pantai Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kasus Covid-19 mengalami lonjakan signifikan, Pemerintah Daerah memutuskan untuk menutup seluruh objek wisata di Kabupaten Pangandaran.

Keputusan tersebut diambil pada hasil rapat seluruh Forkopimda Kabupaten Pangandaran di Gazebo wilayah Desa Pagergunung, Kecamatan Pangandaran, Minggu (27/6/2021) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

"Kasus Corona melonjak signifikan, Kami harus memutuskan untuk menginjak rem. Yang pertama semua objek wisata di Pangandaran ditutup sementara selama 10 hari sejak hari Selasa (29/6/2021)," ujar Bupati Jeje Wiradinata seusai rapat di wilayah Desa Pagergunung, Minggu (27/6/2021) malam.

Jadi, lanjutnya, hari Senin (28/6/2021) ada waktu untuk melakukan sosialisasi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga akan melakukan PPKM yang diperketat di tiga Desa yaitu Desa Pangandaran, Babakan, dan Purbahayu.

Ketiga Desa di wilayah Kecamatan Pangandaran yang menjadi pusat aktivitas pariwisata itu mengalami melonjaknya peningkatan kasus Corona.

"PPKM tiga desa itu akan diperketat, akses keluar masuk warga dipantau dan semua aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan dilarang," kata Jeje.

Baca juga: Rekor Buruk Berlanjut, Indonesia Urutan Pertama di Dunia Penambahan Kasus Positif Covid-19

"Wisatawan yang masih ada pun akan diimbau untuk pulang, sehingga mulai Selasa pantai Pangandaran dikosongkan dari wisatawan."

Selain itu, pasar, restoran dan kegiatan masyarakat lainnya akan diimbau tutup pada pukul 16:00 WIB.

Selanjutnya, resepsi, pengajian dan kegiatan lain yang mengundang kerumunan akan dilarang.

"Desa Pangandaran itu, lokasi wisata pantai. Sementara banyak pasien Corona di Desa Babakan dan Desa Purbahayu yang merupakan pedagang di pantai. Sehingga, harus diantisipasi," ucap Ia.

Bukan hanya menghentikan aktivitas pariwisata, tambah Jeje, Pemerintah Daerah juga memberlakukan work from home (WFH) 100 persen untuk semua perkantoran pemerintahan.

"Semua kantor WFH 100 persen untuk 10 hari ke depan, karena banyak terjadi klaster di perkantoran. Beberapa pegawai kami, ada yang terpapar," katanya.

Baca juga: Oksigen Isi Ulang di Bandung Langka Seiring Melonjaknya Kasus Covid, Ini Penjelasan Pihak Apotek

Dalam dua hari, hari Sabtu hingga Minggu (26-27/6/2021) terjadi lonjakan kasus Corona yang cukup luar biasa di Pangandaran.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved