Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Tanpa Gejala 22 Pegawai DPRD Kota Bandung Terpapar Covid-19, Berawal dari Satu Orang Tidak Sehat

Sebanyak 22 pegawai beserta satu anggota DPRD Kota Bandung terpapar Covid-19 seusai tes antigen setelah sebelumnya ada pegawai yang tidak sehat

Tribun Jabar/Cipta Permana
Sekertaris DPRD Kota Bandung, Salman Fauzi di DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 22 pegawai beserta satu anggota DPRD Kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19 seusai lakukan tes antigen pekan lalu. Kini, 22 orang tersebut tengah menjalani isolasi mandiri karena tidak bergejala.

Sekretaris DPRD Kota Bandung, Salman Fauzi menjelaskan bahwa 22 orang itu, 12 orang di antaranya ASN, 9 orang non ASN, dan satu orang anggota dewan.

"Kami baru tahu ketika meminta jajaran di Setwan memonitor kondisi kesehatan. Awalnya pemeriksaan itu pekan lalu karena ada pegawai yang alami gangguan kesehatan. Dan hasilnya ada pegawai di lingkungan Setwan yang dinyatakan positif dan dilakukanlah tracing," ujarnya saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Mulai Besok 70 Persen Pegawai dan Anggota DPRD Kota Bandung Kerja dari Rumah, Tak Terima Tamu

Salman menyebut ada beberapa orang yang sudah masuk 14 hari dan ada yang masih jalani isolasi mandiri. Dia mengatakan, pelayanan DPRD Kota Bandung masih berjalan, tetapi ada pembatasan seperti work from home sebanyak 75 persen.

"Kami tidak lakukan lockdown. Tapi, kami terus lakukan sterilisasi ruangan dari lantai satu sampai tiga, termasuk berlakukan WFH 75 persen," katanya. 

Baca juga: Ridwan Kamil Sampaikan Minggu Ini di Seluruh Jawa Barat Tak Ada Zona Merah Penyebaran Covid-19

Berdasarkan data dari pusat Covid-19 Kota Bandung per 23 Juni 2021, terdapat penambahan pasien aktif sebanyak 161 orang dengan kini yang masih aktif sebanyak 2.037 orang.

Lima kecamatan yang masih mendominasi dalam penyebaran Covid-19 adalah Kecamatan Arcamanik dengan 150 kasus, Kecamatan Bojongloa Kaler dengan 145 kasus, Kecamatan Rancasari dengan 128 kasus, Kecamatan Cibeunying Kidul dengan 122 kasus, dan Kecamatan Babakan Ciparay dengan jumlah 113 kasus. (*)
 

--

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved