Kisah Srikandi Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Indramayu, 'Rasa Takut Pasti Ada, tapi . . .'

Ratna Dewi salah satu srikandi dari dua relawan tim pemulasaraan jenazah Covid-19 perempuan yang ada di Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Dok. Ratna Dewi
Anggota tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Kabupaten Indramayu, Ratna Dewi, Kamis (24/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Di balik penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu, ada yang tetap setia mengantarkan pasien berpulang ke tempat peristirahatan terakhir.

Salah satunya Ratna Dewi (41), warga Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ia salah satu srikandi dari dua relawan tim pemulasaraan jenazah Covid-19 perempuan yang ada di Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indramayu Terus Meningkat, Keterisian BOR Turun Jadi 86 Persen

Bersama timnya yang berjumlah 16 orang secara keseluruhan, Ratna Dewi tak pernah mengeluh dan selalu siap bilamana ada tugas pemakaman, kapan pun dan di mana pun.

Ratna Dewi mengakui, dalam menjalankan tugas, memang ada rasa takut yang ia rasakan.

Tapi rasa itu kalah seketika demi alasan kemanusiaan.

"Apalagi kalau saat memandikan jenazah, itu kan suka keluar cairan gitu, takut, Mas, tapi bagaimana lagi, demi kemanusiaan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (24/6/2021).

Tugas berat tersebut semakin menjadi-jadi dalam dua pekan terakhir ini.

Setiap hari selalu ada pasien yang meninggal dunia di Kabupaten Indramayu. Jumlahnya pun terus membeludak.

Berdasarkan data pantauan Covid-19 di Kabupaten Indramayu, tercatat ada 10 orang meninggal pada 23 Juni 2021, 10 orang meninggal pada 22 Juni 2021, 13 orang meninggal pada 21 Juni 2021, dan 13 orang meninggal pada 20 Juni 2021.

Hingga saat ini, secara keseluruhan, tercatat 296 orang meninggal dunia karena Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

"Kami juga melakukan pemulasaraan terhadap pasien suspek, tapi ini tergantung pihak keluarga apakah mau dimakamkan secara prokes atau tidak," ucapnya.

Sama seperti perempuan lainnya, Ratna Dewi adalah ibu rumah tangga yang juga harus membagi waktunya untuk keluarga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved