Selasa, 5 Mei 2026

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Hari ini: Tertinggi, Penambahan Kasus 14.536 Dalam Sehari

Dalam data yang dilaporkan pemerintah pada hari ini, (21/6/2021), kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 14.536 kasus baru.

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
Pixabay
Kata kata bijak tentang Covid-19 atau virus corona. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia semakin menggila. Dalam data yang dilaporkan pemerintah pada hari ini, (21/6/2021), kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 14.536 kasus baru.

Catatan Tribun Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia merupakan tertinggi sejak temuan kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Sepanjang pandemi, sempat ada penambahan tertinggi.Pada 16 Januari sempat ada penambahan tertinggi hingga 14.224 dan pada 30 Januari 2021 ada penambahan kasus 14.518.

Baca juga: Puluhan Warga Karawang Terpapar Covid-19 Varian Delta yang Berbahaya, Begini Kondisinya Saat Ini

Dengan penambahan kasus baru Covid-19 saat ini, tercatat total kasus di Indonesia mencapai 2.004.445 kasus.

Dengan rincian, pasien Covid-19 sembuh mencapai total 1.801.761 orang dengan penambahan pasien Covid-19 sembuh mencapai 9.233 orang.

Lalu pasien Covid-19 meninggal, totalnya berjumlah 54.956 orang.
Saat ini ada 124.845 kasus suspek Covid-19 di Tanah Air. Kasus Covid-19 telah menyebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Alat Medis Yang Wajib Dimiliki Penderita Covid-19

Kasus Covid-19 di Jabar menggila. Kapasitas ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 sudah penuh. Mereka yang terkonfirmasi positif dan bergejala, harus menunggu ruang isolasi di ICU IGD.

Pasien bergejala ringan yang sempat dibawa ke rumah sakit, karena ruang perawatan di sejumlah rumah sakit, dipulanglan lagi untuk isolasi mandiri.

"Untuk jaga-jaga, harap ada persediaan oksigen," ucap dr Fauzan, dokter jaga di RSUD Al Ihsan Bandung, Senin (21/6/2021).

Oksigen yang biasanya dikemas dalam tabung berbagai ukuran itu jadi alat penting bagi pasien Covid-19. Hal itu untuk menangani situasi jika pasien Covid-19 mendadak sesak nafas, sebagai bagian dari gejala penderita tertular virus korona.

Seperti yang dialami keluarga pasien penderita Covid-19 asal Kabupaten Bandung, Nissa (30). Orangtuanya, divonis positif Covid-19.

Pada suatu malam, orangtuanya itu mendadak sesak nafas.

"Saya langsung bawa ke RSUD Al Ihsan karena di rumah tidak ada oksigen," ucap Nissa.

Saat dibawa ke RSUD Al Ihsan, orangtuanya hanya mendapat perawatan pemberian oksigen selama beberapa jam.

"Setelah itu kembali pulih dan diminta isolasi mandiri karena kondisi orangtua saya kata dokter masih bagus. Kalaupun dirawat, kamarnya penuh. Selain itu, sama dokter diminta persediaan oksigen," ucap Nissa.

Setelah itu, dia langsung bergegas mencari oksigen di sejumlah apotik ternama.

Ada beberapa pilihan oksigen yang bisa didapati warga. Mulai dari oksigen di tabung kecil hingga tabung besar. Untuk tabung kecil, ada oksigen Oxycan. Di pasaran harganya sekira Rp 50 ribu higga Rp 70 ribu.

"Tapi sekarang sangat jarang di apotik-apotik. Sudah susah. Saya terpaksa beli tabung oksigen besar," kata Nissa.

Pemantauan Tribun di sejumlah apotik, tabung oksigen kecil Oxycan memang sudah susah di dapat. Kecuali jika dicari di situs penjualan online.

Adapun di sejumlah apotik, oksigen yang masih tersedia meski jarang itu oksigen tabung setinggi 1 meter dengan rata-rata harga Rp 1.1 juta hingga Rp 1,4 juta termasuk dengan regulator.

"Tabung oksigen masih ada tapi untuk di gerai Kimia Farma Bojongsoang ini sedang kosong, harus nunggu dulu. Kalau Oxycan sudah susah," ujar Susi, petugas toko Kimia Farma di Jalan Bojongsoang.

Hal sama di Apotek K-24. Rata-rata, tabung oksigen stoknya terbatas sehingga cepat habis.

"Suka ada cuma kalau sudah ada cepat habisnya," kata Widya, petugas K-24 Baleendah Kabupaten Bandung.

Adapun untuk tabung oksigen ini bisa diisi ulang dengan biaya sekira Rp 50 ribu.

Oxymeter
Selain tabung oksigen, alat medis yang wajib dimiliki pasien Covid-19 yakni oxymeter.

Penggunaan alat ini yakni dengan memasukan telunjuk tangan ke lubang Oxymeter kemudian dijepitkan. Oxymeter akan mendeteksi seberapa besar suplai oksigen ke dalam darah.

Alat ini bisa didapat di pasaran dengan harga variatif. Alat ini berfungsi untuk mengetahui kadar oksigen yang masuk ke dalam darah hingga ke otak.

Jika suplai oksigen ke dalam darah sedikit, maka si pasien akan mengalami sesak nafas hingga sakit kepala.

Menurut penelitian medis, ukuran suplai oksigen ke dalam darah untuk kondisi normal nilainya mencapai 95 - 100 persen. Kondisinya tidak normal jika di bawah 95 persen.

Kondisi itu bisa dipengaruhi jika sedang olahraga hingga di daerah ketinggian yang oksigennya terbatas. Jika suplai oksigen ke dalam darah nilainya di bawah 90 persen, penelitian medis menyebutkan itu sudah berbahaya.

"Bapak saya saturasi oksigen berdasarkan penguran Oxymeter sebelum dibawa ke rumah sakit mencapai 84 persen, makanya sesak. Setelah diberi oksigen kembali normal," kata Nissa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rekor 14.536 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi", 

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved