212 Pegawai RSHS Bandung Terpapar Covid-19, Tingkat Keterisian BOR Nyaris Penuh
212 pegawai RSHS Bandung terpapar Covid-19 dan jumlah tersebut mengalami peningkatan
Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski telah mengalami penambahan jumlah ketersediaan, namun tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus mendekati angka 100 persen atau penuh.
Plh. Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS Bandung, dr. Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP mengatakan, berdasarkan data okupansi BOR per Senin (21/6/2021), dari ketersediaan 231 tempat tidur telah terisi sebanyak 207 tempat tidur atau 89,61 persen.
"Setelah kita mencoba meningkatkan kapasitas jumlah tempat tidur, maka kini tercatat ketersediaannya ada sebanyak 231 tempat tidur, yang terdiri dari 48 tempat tidur isolasi ICU dan 183 tempat tidur ruang isolasi non ICU.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan, BOR Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon Capai 91,47 Persen
Dari jumlah tersebut tingkatketerisian BOR telah mencapai 9 persen di ruang ICU, sedangkan keterisian isolasi non-ICU sebanyak 89,6 persen, maka BOR keseluruhan ruang isolasi ini adalah 89 persen," ujarnya kepada wartawan melalui rekaman video resmi RSHS Bandung, Senin (21/6/2021).
dr. Yana menuturkan, melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang di rawat di RSHS Bandung, selain berdampak pada tingkat keterisian BOR yang signifikan, namun juga pada jumlah tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai RHSH Bandung yang ikut terpapar Covid-19.
Dimana, menurutnya, hingga Minggu (20/6/2021), terdapat 212 pegawai rumah sakit rujukan Covid-19 Provinsi Jawa Barat tersebut, terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: BOR Ruang Isolasi Covie-19 di KBB Penuh, Pemda Harus Mengutak-Atik Ruangan Pasien Umum
Secara perbandingan, jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, dimana pada Bulan Mei lalu, tercatat hanya 61 pegawai yang terkonfirmasi terpapar positif Covid-19.
"Untuk bulan ini (Juni) sampai tanggal 20 atau kemarin itu, sudah tercatat ada 212 pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19, dengan rincian 171 nakes dan 41 non-nakes, dari 212 orang terkonfirmasi sebanyak 14 orang yang sedang menjalani perawatan, atau sekitar enam persen, selebihnya itu tanpa gejala (OTG) atau gejala ringan yang menjalani isolasi di rumah masing-masing," ucapnya.
Ia mengaku, meski cukup banyak pegawai yang terpapar Covid-19, namun ia memastikan bahwa pelayanan kesehatan di RSHS Bandung tidak terganggu, baik untuk pelayanan Covid-19 maupun non-Covid-19.
Meski demikian, seiring terus meningkatnya kasus positif Covid-19 selama beberapa minggu terakhir, telah turut berdampak pada beban psikologis maupun beban fisik dari para tenaga kesehatan di RSHS Bandung.
Terlebih, diantara rekan sejawatnya terdapat beberapa nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: GAWAT! BOR Ruang Isolasi Covid di Rumah Sakit KBB Sudah di Level 94 Persen, Ada yang Over Kapasitas
"Tentunya dengan melihat situasi terus bertambah pasien Covid-19 yang terus-menerus berdatangan seperti ini, ditambah tingkat keterisian BOR yang cukup tinggi, serta jumlah nakes yang terpapar Covid-19 yang terus bertambah, maka turut berdampak pada beban psikologis bagi para nakes itu sendiri. Namun kami tetap berupaya melakukan pelayanan kesehatan sebaik mungkin," ujar dr. Yana.
Sebagai upaya antisipasi meluasnya penularan, pihaknya pun mengintensifkan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) bagi para nakes yang memiliki kontak erat dengan pasien atau pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Termasuk, bagi nakes di ring satu atau langsung berhadapan dengan pasien covid-19, pihaknya pun memfasilitasi akomodasi tempat tinggal sementara para nakes, di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Serta pemberlakuan WFH dan WFO sesuai dengan kondisi di masing-masing ruangan.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Hari ini: Tertinggi, Penambahan Kasus 14.536 Dalam Sehari
