Breaking News:

Puncak Cipanas Kawasan Favorit Kawin Kontrak Jadi Tempat Launching Perbup Pencegahan Kawin Kontrak

Bupati Cianjur, Herman Suherman, dan Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, me-launching peraturan bupati tentang pencegahan kawin kontrak.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Bupati Cianjur, Herman Suherman, dan Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, me-launching peraturan bupati (perbup) tentang pencegahan kawin kontrak, bertempat di Villa Kota Bunga Kecamatan Cipanas, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Banyak perbincangan dan sudah menjadi rahasia umum jika kawasan wisata Puncak, Cipanas, Cianjur menjadi favorit wisatawan dari Timur Tengah. Selain menikmati kawasan wisata, beberapa di antaranya bertujuan menggelar kawin kontrak.

Berlatar belakang hal tersebut Bupati Cianjur, Herman Suherman, dan Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, me-launching peraturan bupati (perbup) tentang pencegahan kawin kontrak, bertempat di Villa Kota Bunga Kecamatan Cipanas, Jumat (18/6/2021).

Acara yang dihadiri aktivis perempuan, MUI kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aparatur desa, Polri dan TNI, itu berlangsung sederhana.

Bupati mengatakan, launching perbup tentang pencegahan kawin lontrak ini semangatnya adalah memperjuangkan harkat derajat perempuan dan anak.

“Dengan pencegahan kawin kontrak ini, ada harapan bahwa perempuan jangan dijadikan objek lelaki dengan hanya membayar sekian rupiah, lalu dijadilan istri dalam jangka waktu beberapa bulan,” kata Bupati.

Menurutnya hal tersebut saat ini perlu disikapi oleh pemerintah.

“Kami tidak takut kehilangan pajak dari turis mancanegara yang ke Cianjur tapi tujuannya hanya untuk menggelar kawin kontrak, karena banyak objek wisata lain yang bisa menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Wabup Tb Mulyana Syahrudin mengatakan, perbup ini didukung sejumlah organisasi perempuan dan juga aktivis perempuan.

Baca juga: BMKG Anggap Matahari Terbit dari Utara Itu Lumrah, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

“Sudah selayaknya perbup ini untuk disosialisasikan pada masyarakat agar diketahui dan dipatuhi, karena semua ini untuk kebaikan semua, terutama kaum perempuan,” katanya.

Wabup juga menyatakan, perbup tentang pencegahan kawin kontrak ini merupakan bagian dari 100 hari kerja.

Baca juga: Urus SIM A Tak Lagi Hanya Bermodal KTP, Anda Harus Punya Dulu Sertifikat Ini

“Ya ini bagian dari program 100 hari kerja kami,” ujarnya. (fam) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved