Breaking News:

Miris, Pengurus Yayasan Difabel yang Tuna Netra Tertipu Pengajuan Dana Hibah, Sudah Setor Rp 19 Juta

Ery Erlangga, seorang tuna netra pendiri Yayasan Matahati Karya Nusantara diduga ditipu kawannya sendiri saat proses pengajuan dana hibah ke Provinsi

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ery Erlangga, disabilitas netra pendiri Yayasan Matahati Karya Nusantara di Jalan Bojongloa, Kota Bandung, diduga ditipu kawannya sendiri saat proses pengajuan dana hibah ke Provinsi Jawa Barat. 

Yayasan yang dirintis Ery untuk kawan-kawan difabel itu awalnya dijanjikan bakal mendapatkan dana hibah Rp 400 juta untuk Yayasan Ery, melalui YN rekan sejawatnya. 

"Dia (YN) dan kawannya bernamanya DK sudah terbiasa untuk menguruskan hal itu (dana hibah untuk Yayasan)," ujar Ery, saat dihubungi, Jumat (18/6/2021). 

Sebelum mendapatkan dana hibah, kata dia, YN meminta uang Rp 15 juta untuk biaya operasional mengurus pengajuan dana hibah ke Provinsi Jawa Barat. 

"Awalnya Rp 15 juta, tapi nambah lagi jadi totalnya Rp 19 juta. Saya percaya saja sama YN, karena berkawan sejak kecil," ucapnya. 

Baca juga: Pedagang Bakso Tertipu Investasi Bitcoin Bodong, Tertipu Rp 35 Juta, Padahal Uangnya Buat Naik Haji

Atas dasar kepercayaan itulah Ery mengaku tidak menyertakan kwitansi ataupun bukti serah terima uang dari Ery kepada YN. 

"Tapi ada rekaman percakapan saya dengan YN dan saksi-saksi. Saya berikan uang itu pada Oktober 2020, tapi sampai sekarang tidak ada kabar," katanya. 

Ery bersama sejumlah saksi kemudian melapor ke Polsek Astana Anyar dengan dugaan penipuan yang telah dilakukan YN terhadap Yayasannya. 

Namun, laporan Ery tidak dapat diproses pihak kepolisian lantaran bukti yang dibawanya masih kurang.

"Saya sudah laporan ke Polsek Astana Anyar, hanya saja bukti yang saya punya berupa saksi dan percakapan telepon di Whatsapp belum cukup untuk menjadi bukti, karena tidak ada tanda serah terima uang tersebut," ucapnya.

Baca juga: Warga Tasikmalaya Kehilangan Uang Rp 88 Juta, Tertipu oleh Seseorang yang Mengaku Anggota DPRD Jabar

Kondisi disabilitas netra serta kakinya yang lumpuh membuat Ery tidak dapat berbuat banyak. Ia pun hanya bisa menyuarakan kondisinya melalui media sosial dengan harapan ada bantuan dari masyarakat atau pemerintah. 

"Paling ya langkah selanjutnya saya akan menyuarakan masalah ini lewat media sosial, dengan data yang saya miliki, ada saksi dan rekaman percakapan telepon meskipun menurut hukum buktinya kurang kuat. Tapi saya harus menyuarakan ini dan semoga bisa menjadi inspirasi, karena sebagai disabilitas saya sering sekali ada orang yang memanfaatkan kebutaan saya dan ini menjadi momen untuk menghentikan pendzoliman terhadap orang disabilitas," katanya.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved