Rabu, 29 April 2026

Pemprov Jabar Minta Kongres PA GMNI yang Bakal Dihadiri Jokowi Ditunda

Pemprov Jabar meminta DPD Pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( PA GMNI ) Jabar menunda kongres

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Abdi Yuhana (kanan) di kantornya, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Rabu (7/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -Pemprov Jabar meminta DPD Pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( PA GMNI ) Jabar menunda kongres yang rencananya akan digelar pada 21-23 Juni 2021.

Melalui surat nomor 3261/KS.01.01/Satpol PP tanggal 16 Juni 2021, menuliskan bahwa terkait pelaksanaan kongres IV PA GMNI, berdasarkan hasil evaluasi komite kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah Jabar terjadi peningkatan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Anji yang Menyimpan Ganja, Baca Buku Hikayat Pohon Ganja, Untuk Apa?

Saat ini, tingkat kasus aktif naik 0,45 persen menjadi 6,75 persen, tingkat kematian naik 0,01 persen menjadi 1,35 persen, tingkat keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 rumah sakit (BOR) naik menjadi 75,11 persen.

Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung ditetapkan sebagai zona merah sehingga diberlakukan kebijakan pengetatan aktifitas.

"Berkenaan dengan hal itu, apabila kongres IV PA GMNI tetap dilaksanakan di wilayah Bandung Raya, dapat ditunda sampai kondisi berangsur membaik," tulis isi surat tersebut.

Menanggapi surat dari Pemprov Jabar, Ketua PA GMNI Jawa Barat, Abdy Yuhana mengaku bakal berkoordinasi dengan dewan pengurus pusat (DPP) PA GMNI.

"Langkah selanjutnya nanti DPP akan mengambil langkah-langkah strategis terkait pelaksanaan Kongres," ujar Abdy, saat dihubungi, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Masih Ada Wisatawan Datang ke KBB Saat Zona Merah, Saat Datang Kecewa Wisata Lembang Tutup

Awalnya, kongres itu rencananya bakal dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Namun, karena kondisi Bandung Raya yang menerapkan siaga satu, maka kemungkinan kongres bakal ditunda.

"Pak Presiden rencananya akan membuka (kongres) itu jadwal awal. Namun, dengan situasi yang berkembang saat ini, kemudian juga ada imbauan dari Gubernur menyampaikan informasi bahwa Bandung Raya masuk dalam kondisi darurat terutama Kabupaten Bandung dan Bandung Barat zona merah, Kota Bandung zona oranye," katanya.

Selain berkoordinasi dengan DPP PA GMNI, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemprov Jabar.

"Kita tidak bisa misalnya melaksanakan (kongres) sementara Pemerintah Provinsinya tidak mengizinkan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved