Rabu, 13 Mei 2026

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Pasien Covid-19 Meninggal di Mobil, Datangi 5 Rumah Sakit, Semua Penuh

Headline Tribun Jabar, hari ini, mengulas pasien Covid-19 meninggal setelah kesulitan mendapatkan rumah sakit. Ikuti Headline Tribun Jabar selengkapny

Tayang:
Editor: Januar Pribadi Hamel
Pixabay
Tanda awal terpapar Virus Corona atau Covid-19 

Headline Tribun Jabar, hari ini, mengulas pasien Covid-19 meninggal setelah kesulitan mendapatkan rumah sakit.

Ikuti Headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

//

TRIBUNJABAR.ID - Seorang pasien Covid-19 asal Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, meninggal di dalam mobil bak karena terlambat mendapatkan penanganan yang ia butuhkan.

K (43) meninggal setelah dibawa keluarganya berkeliling ke sejumlah rumah sakit yang ada di Indramayu, Selasa (15/6).

Namun, tak ada yang dapat memberikan penanganan segera karena tak satu pun dari kelima rumah sakit yang ia datangi hari itu memiliki ruangan yang bisa dipergunakan.

Hari itu, selain sempat dibawa ke RS Mitra Plumbon Indramayu, K juga sempat dibawa ke RS Sentra Medika, RS Bhayangkara, dan RSUD MIS Krangkeng.
Bahkan di RSUD Indramayu, yang menjadi harapan terakhir keluarga K pada hari itu, semua tempat tidur yang disediakan khusus untuk pasien Covid sudah semuanya penuh. Karena kondisinya yang sudah sangat lemah, K akhirnya meninggal dunia di dalam mobil di tepi jalan, tepat di depan UGD RSUD Indramayu.

Tak hanya gagal mendapatkan pertolongan segera, pemulasaraan jenazah K juga sempat tertunda karena tak ada yang melakukannya.

"Kami, saat itu sempat berkoordinasi dengan tim pemulasaraan jenazah Kabupaten Indramayu. Tapi, saat itu mereka ternyata juga tengah mengurus tiga jenazah dengan protokol Covid, sehingga kewalahan. Jadi sampai pemulasaraan pun ibaratnya penuh juga," ujar Kepala Puskesmas Lohbener, Uswatun Hasanah, kepada Tribun, Rabu (16/6).

Agar pemulasaraan tak lebih lama lagi tertunda, Puskesmas Lohbener pun, kata Uswatun, segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu untuk meminta saran. Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu lalu mengarahkan agar pemulasaraan jenazah dilakukan oleh Satgas Covid-19 di tingkat desa karena mendesak.

Pihak puskesmas pun langsung memberikan penyuluhan singkat soal tata cara pemulasaraan jenazah Covid-19 dan memfasilitasi alat pelindung diri (APD) lengkap untuk para pemulasara jenazah.

"Alhamdulillah, pemulasaraan dapat dilakukan sehabis Magrib," ujarnya.

Uswatun mengatakan, pihak puskesmas sebenarnya juga sudah menyiapkan ambulans untuk membawa pasien K ke rumah sakit pada hari Selasa itu. Namun, sebelum memberangkatkan ambulans, pihak puskesmas berkoordinasi dahulu dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu untuk mencari rumah sakit yang bisa merawat K. Namun, saat itu, tak ada satu pun rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan karena semuanya penuh.

Pihak keluarga yang merasa tidak tega dengan kondisi pasien yang semakin melemah akhirnya berupaya membawa pasien dengan menggunakan mobil bak terbuka.

"Kami sudah berusaha mencari rumah sakit tapi karena mungkin dari pada menunggu, akhirnya mereka mengupayakan untuk mencari rumah sakit sendiri," ujar Uswatun.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved