Rabu, 6 Mei 2026

Peneliti Lacak dan Petakan Penyebaran Varian Delta, Feeling Ridwan Kamil Sudah Ada di Bandung

Peneliti kini tengah melacak dan memetakan penyebaran Covid-19 varian delta di Indonesia. Emil merasa varian ini sudah masuk Bandung.

Tayang:
outlookindia
Ilustrasi varian baru virus corona yakni virus Delta atau B.1.67.2 

Walaupun hasilnya belum keluar, pria yang akrab disapa Emil ini merasa bahwa varian delta tersebut memang sudah beredar di Bandung.

"Feeling saya, ada ya, tapi harus kita tunggu secara resmi," kata Emil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6/2021).

Kalaupun memang varian baru ini ada di Jabar, kata Emil, antisipasinya sebenarnya sama, yakni disiplin dengan penerapan protokol 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

"Daya mematikannya tidak terlalu tinggi, ada catatannya. Tapi daya tularnya 2,4 kali lipat. Jadi kata Pak Menkes ibaratnya yang sekarang 1000 cc, tipe varian itu 3000 cc, jadi kecepatan menularnya tinggi, makanya lompatannya terduga dari sana juga," katanya.

Namun, para dokter di Cina, seperti dilansir The New York Times, menyebut varian Delta ini berbeda dan lebih berbahaya daripada versi asli virus korona.

Pasien yang terinfeksi varian Delta menjadi lebih sakit, dan kondisinya memburuk dengan lebih cepat.

Di Jawa Barat, kata Emil, kasus baru Covid-19 melonjak tajam pascalibur Idulfitri lalu.

Padahal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jabar hingga hari H Idulfitri terbilang sangat berhasi.

"Sampai hari Idulfitri (keterisian) rumah sakit hanya 29 persen, rekor itu. Tiba-tiba lompatannya hanya dalam dua minggu dalam sebulan ini melompat ke 75 persen. Sudah melewati batas kritis 70 persen," katanya.

Di Bandung Raya, yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Kota Cimahi, lompatannya bahkan lebih tinggi lagi.

Keterisian rumah sakit di Bandung Raya sudah 84 persen.

Itu sebabnya, kata Emil, ia langsung memberlakukan status Siaga 1 Covid-19 untuk kawasan Bandung Raya ini.

Emil juga meminta masyarakat dari luar Bandung Raya untuk tidak berpergian ke wilayah Bandung Raya setidaknya hingga sepekan ke depan, termasuk untuk berwisata.

"Khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung, kebetulan keduanya zona merah," kata Emil.

Belajar dari peristiwa ini, kata Emil, Pemprov Jabar sangat merekomendasikan pada pemerintah pusat untuk tak lagi mengadakan libur panjang berikutnya, yakni selama Iduladha.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved