Selasa, 28 April 2026

Endik Muntah Darah Setiap Hari, TKI Asal Lembang Sakit-Sakitan di Malaysia, Minta Segera Dipulangkan

Endik Sopandi (44), seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Gamlok, KBB, harus merasakan perihnya hidup di Malaysia.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Wawang Supriatin (53), istri Endik Sopandi saat menunjukkan foto bersama suaminya. Endik sedang sakit di Malaysia dan minta dipulangkan.   

Sesampainya di sana, Endik pun hanya berdiam diri karena tidak berani melapor soal kondisinya yang sudah tidak memiliki tujuan.

"Saya tapi enggak berani karena takut. Akhirnya saya nginap semalam di situ," ucapnya.

Baca juga: Porang yang Berikan Senyum kepada Petani Pangandaran, Surman Rasakan Panen Perdana

Setelah itu, dia bertemu orang Indonesia, tepatnya orang Jawa yang bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit Pahang.

Dia akhirnya diajak dan ikut bekerja di perkebunan tersebut.

Di tempat kerjanya yang kedua itu, Endik bertahan selama 4,5 tahun meskipun dengan pekerjaan yang berat dan mendapat upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari.

Pekerjaannya yang berat itu menimbulkan dampak buruk pada kesehatannya.

Endik mengalami urat kejepit hingga memaksanya cuti bekerja selama kurang lebih enam bulan.

"Mudah-mudahan ada yang mau menolong. Sekarang saya di Pahang, di perkebunan kelapa sawit. Enggak bisa kerja, hanya terkulai. Kalau ada yang mau menolong, bisa menghubungi di nomor 0196109217," ujar Endik.

Wawang Supriatin (53), istri Endik Sopandi membenarkan, suaminya saat ini sedang sakit di Malaysia dan terus meminta untuk dipulangkan ke kampung halaman.

"Saya bukan tidak mau bantu untuk memulangkan. Saya enggak punya biaya. mudah-mudahan ada yang membantu," kata Wawang saat ditemui di rumahnya.

Baca juga: BARUSAN, Gempa Bumi Gucang Pacitan Jawa Timur, Lokasinya Berdekatan dengan Gempa Sore Tadi

Sejak Endik berangkat ke Malaysia, Wawang mengaku, Endik hanya sesekali mengirim uang karena kehidupannya pun cukup sulit.

Kendati demikian, kata Wawang, suaminya sering memberikan kabar terkait kondisi di sana.

"Masih sering komunikasi sama bapak, pinjam handphone punya tetangga, soalnya saya enggak punya (handphone)," ucapnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved