Vaksinasi Untuk Lansia di Tasikmalaya Baru 5 Persen, ASN Wajib Ajak 20 Lansia untuk Divaksin
Proses vaksinasi Covid-19 kalangan lansia di Kabupaten Tasikmalaya masih rendah.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Proses vaksinasi Covid-19 kalangan lansia di Kabupaten Tasikmalaya masih rendah.
Karena itu ASN, TNI dan Polri diharapkan bisa mengajak vaksinasi untuk lansia .
"Proses vaksinasi untuk lansia baru sekitar lima persen dari total warga yang memenuhi syarat ikut vaksinasi," kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten, Atang Sumardi, Senin (14/6).
Baca juga: Anji Mengatupkan Dua Telapak Tangannya saat Muncul di Polres Metro Jakarta Barat, Tanda Minta Maaf?
Disebutkannya, jumlah lansia yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 190.448 orang.
Namun hingga saat ini baru pada angka 10.000 lansia yang baru menjalani vaksinasi. Itu pun belum semuanya melaksanakan vaksinasi dosis kedua.
"Rendahnya vaksinasi kalangan lansia ini, akhirnya mewajibkan PNS, TNI dan Polri bisa membawa lansia sedikitnya 20 orang ikut menjalani vaksinasi," ujar Atang.
Baca juga: Anggota DPR Ini Minta Polisi Usut Penyebab Kematian Wakil Bupati Sangihe yang Janggal
Program ini sudah berjalan sejak minggu lalu dan kalangan lansia yang ikut vaksinasi langsung meningkat.
"Mereka enggan divaksin karena takut. Tapi setelah dijelaskan para ASN, TNI dan Polri akhirnya mereka yerbuka hatinya," Atang.
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Kota Bekasi
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Stadion Candrabagha , Kota Bekasi akan dijadikan model vaksinasi massal di kota/ kabupaten lainnya di Indonesia.
Hal itu dikatakan Presiden RI Joko Widodo usai meninjau langsung vaksinasi Covid-19 di Stadion Candrabagha Kota Bekasi, Senin (14/6/2021). Turut mendampingi Jokowi, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Walikota Bekasi Rahmat Effendi.
"Kita ingin model ini diterapkan di kota kabupaten lain sehingga vaksinasi jumlahnya banyak," ucap Jokowi dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung melalui akun youtube Sekretariat Presiden RI.
Menurut Jokowi, vaksinasi menggunakan lapangan sepak bola dapat menampung lebih banyak masyarakat penerima vaksin. Dengan begitu akan mempercepat pembentukan kekebalan kelompok dan memutus rantai penyebaran Covid-19.
"Ini bagus untuk mempercepat kekebalan komunal dan memutus rantai penyebaran," katanya.