Anggota DPR Ini Minta Polisi Usut Penyebab Kematian Wakil Bupati Sangihe yang Janggal

Kematian Wakil Bupati Sangihe Helmun Lontong disebut sejumlah pihak masih janggal.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa

Kronologi

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyebut pesawat itu berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pukul 15.08 WITA, dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pukul 16.08 WITA.

"Pada pukul 15.40 WITA, penumpang yang dimaksud (Helmud) membutuhkan pertolongan medis lebih lanjut," jelas Danang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Vaksinasi Massal di Polres Tasikmalaya Kota, Warga Antusias, Wanita Berambut Pirang Ikut Divaksin

Menanggapi kondisi tersebut, Danang menambahkan, awak kabin pun langsung menghampiri Helmud untuk mengetahui keadaannya secara jelas.

Setelah mendapatkan informasi detail dan pengamatan, pimpinan awak kabin lantas membuat pengumuman, menanyakan apakah ada yang berprofesi dokter atau tenaga medis dalam penerbangan itu.

"Di penerbangan JT-740 terdapat tenaga medis (kesehatan), yang dibuktikan dengan tanda identitas secara resmi," kata Danang.

Peristiwa meninggalnya Helmud Lontong mengingatkan kita pada kematian aktifis HAM Munir di pesat terbang saat dalam perjalanan menuju Belanda. pada 7 September 2004.  Belakangan diketahui, Munir tewas diracun oleh kimia bernama arsenik. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judu;l, Dinilai Janggal, DPR Minta Usut kematian Wabup Sangiheh Usai Tolak Tambang Emas

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved