Breaking News:

Video Gadis 15 Tahun di Tasik yang Bilang Open BO Disebut Tak Bermaksud Menjajakan Diri, Cuma Iseng

Video telanjang perempuan muda berusia 15 tahun itu sempat heboh di Tasikmalaya melalui jejaring medsos chatting WA.

shutterstock
illustrasi. Pemeran Video Telanjang perempuan di bawah umur yang seolah menjajakan diri dengan menyebut "open BO" akhirnya dikembalikan ke keluarganya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pemeran Video Telanjang perempuan di bawah umur yang seolah menjajakan diri dengan menyebut "open BO" akhirnya dikembalikan ke keluarganya.

Video telanjang perempuan muda berusia 15 tahun itu sempat heboh di Tasikmalaya melalui jejaring medsos chatting WA.

Awalnya muncul di wilayah Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian menyebar hingga ke wilayah Kota Tasikmalaya.

"Demi masa depan si anak, kami sepakat mengembalikan yang bersangkutan ke keluarganya untuk dididik dengan baik," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Kamis (10/6/2021).

Lagipula, lanjut Ato, dari hasil penyelidikan polisi dan pihaknya, tidak ada bukti bahwa korban pelaku bisnis prstitusi.

"Dia bilang open BO hanya iseng, tidak ada maksud menjajakan diri," kata Ato.

Istilah open BO sendiri disebut-sebut sebagai kode penawaran praktek prostitusi.

Baca juga: Video Pesta Asusila di Bali Hebohkan Warga, Beberapa Bule dan Perempuan Indonesia, Disebar di Medsos

Ato menyebutkan, penyerahan anak kepada keluarganya dilaksanakan Rabu (9/6), atas persetujuan Polres Tasikmalaya serta unsur pemerintah.

"Yang bersangkutan sempat diamankan di Polres Tasikmalaya, dan kini sudah kembali ke rumahnya untuk dibina," ujar Ato.

Kendati sudah dikembalikan, pihak KPAID tetap melakukan pemantauan. Terutama terhadap perkembangan psikisnya.

"Saat videonya menyebar, korban langsung syok dan trauma karena malu. Jadi walau sudah bersama keluarga, kami tetap memantaunya," kata Ato.

Baca juga: Pengakuan Terduga Penyebar Video Telanjang Perempuan di Bawah Umur, Jaminan Kalau Diputus Cinta

Ia berharap kasus tersebut bisa menjadi pelajaran berharga par orang tua. Pasalnya ulah korban karena kurangnya perhatian keluarga.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved