Perajin Tahu dan Tempe di Sukabumi Terpaksa Naikkan Harga hingga 20 Persen, Berharap Operasi Pasar
Perajin tahu dan tempe di Kota Sukabumi mulai menaikkan harga jual hasil produksinya.
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Dian Herdiansyah
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Perajin tahu dan tempe di Kota Sukabumi mulai menaikkan harga jual hasil produksinya.
Ha itu dilakukan untuk mengimbangi naiknya harga kacang kedelai yang menjadi bahan baku.
"Berdasarkan informasi yang kami dapat dari perajin, mereka terpaksa harus menaikkan harga tahu tempe sekitar 20 persen dari harga biasanya, karena terbentur dengan naiknya harga kacang kedelai impor yang sudah sepekan lebih," ujar Kepala Seksi Pengawasan Barang pada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, M Rifki, Jumat (11/6/2021).
Para perajin tahu tempe sudah mengeluhkan adanya kenaikan harga kedelai impor tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, sudah ada koordinasi dengan dinas dan stakeholder terkait, termasuk paguyuban tempe tahu se-Jawa barat.
Rifki mengatakan, untuk menjaga stabilnya harga kedelai, perajin tahu dan tempe menginginkan stok kedelai dipegang oleh Bulog.
Selain itu, mereka juga berharap ada operasi pasar untuk menekan harga kacang kedelai.
Baca juga: Bobotoh Geulis Ini Tetap Senang Meski Hanya Bisa Saksikan Persib Bandung Lewat Layar Kaca
Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan semua dinas, termasuk Disperindag Jawa Barat, dan perajin tahu-tempe di Kota Sukabumi untuk terus memamtau perkembangan harga kedelai.
Baca juga: Cerita Lea Ciarachel Nangis Senangis-nangisnya, Jadi Sasaran Hujatan Akibat Perankan Zahra
"Harga kacang kedelai saat ini masih berada di kisaran Rp 10.700 sampai Rp 11 ribu per kilogram. Sementara sebelum ada kenaikan, berada di angka Rp 9.800 per kilogramnya," ungkap Rifki. (*)