Breaking News:

UMKM Jadi Sektor Terdampak Pandemi Covid-19, Ini Strategi Kadin Jabar Bantu Selamatkan Pelaku UMKM

Banyaknya pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 membuat Kadin Jabar dan Kota Bandung mencoba menggelorakan kembali UMKM agar dapat bangkit

Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jabar, Cucu Sutara (kiri) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menjadi salah satu sektor yang terdampak adanya pandemi Covid-19. Hal inilah yang kemudian membuat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat dan Kota Bandung mencoba menggelorakan kembali UMKM di tengah situasi pandemi dengan menggandeng Kadin Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM, Teguh Anantawikrama meyakini bahwa Indonesia dapat kembali bangkit melalui UMKM. Ada sebanyak 80 juta pelaku UMKM yang terdata di Indonesia yang secara murni memberikan efek pada kebangkitan perekonomian.

"Kami libatkan BUMN-BUMN untuk membantu para pelaku UMKM, seperti dengan Pertamina, Angkasa Pura, hingga PLN sebagai penggenjot sektor ekonomi," katanya, Kamis (10/6/2021) di Gedung Kadin Kota Bandung.

Dia menjelaskan permasalahan yang seringkali ditemui oleh para pelaku UMKM, ialah masalah permodalan, pemasaran, dan digitalisasi. Sehingga, dia pun menyebut fokus Kadin di situasi pandemi yakni menyelamatkan dahulu para usaha pelaku UMKM dan kemudian membesarkannya.

Ketua Kadin Jabar, Cucu Sutara pun membenarkan apa yang dikatakan Teguh. Menurutnya, Kadin memiliki tanggung jawab besar serta kewajiban untuk membantu UMKM di masa pandemi agar dapat terus bertahan dan diandalkan.

"Tugas kami itu agar UMKM maju dan dapat naik kelas bukan hanya bertahan," ujarnya.

Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa menambahkan, Kota Bandung telah mengimplementasikan arahan dari pusat, sebab Kota Bandung dikenal dengan produk UMKM yang penuh kreativitas dan luar biasa.

"Tinggal tugas kami bagaimana memberikan edukasi kepada mereka untuk mengemas kemasannya agar lebih menarik dan lainnya, agar kualitas mereka lebih meningkat," katanya.

Tak hanya masalah packaging alias kemasan, Iwa pun menyebut permasalahan mereka ialah terkait digital marketing serta proses percepatan perizinannya. "Banyak dari mereka itu masalahnya klasik, yakni selain modal, ialah perizinan dan peningkatan kualitas serta managemen," ucapnya.

Produk UMKM di wilayah Kota Bandung, lanjut dia, masih didominasi oleh kuliner serta fesyen. Dia pun terus menekankan kepada para pelaku UMKM agar selalu memperluas jejaring guna mempermudah pemasaran produknya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved