Breaking News:

Sekda Bilang Jangan Ragu Terapkan Lockdown di Tingkat RT dalam Rangka Jalankan Aturan PPKM

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bandung, Ema Sumarna menegaskan para camat dan lurah agar tidak ragu mendorong dilakukan lockdown

RW7 Dago lockdown 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan kepada para camat dan lurah bersama Satgasnya agar tidak ragu mendorong dilakukannya lockdown atau karantina.

Terlebih jika di wilayah terkecilnya seperti RT dan RW terjadi eskalasi peningkatan kasus Covid-19.

Lockdown telah dilakukan di RT 07 RW 09 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Wilayah tersebut tepaksa melakukan lockdown karena ada salah satu keluarga besar, yakni 8 orang positif Covid-19.

Baca juga: Covid-19 di Kota Bandung Melonjak, Satu RT di Dago Terapkan Lockdown, Warga Luar Dilarang Masuk

Menurut Ema, lockdown tersebut bisa disebut dalam rangka melaksanakan dan menjalankan aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"(Lockdown RT) itu sebetulnya dalam rangka menjalankan apa yang ada dalam PPKM. Saya apresiasi itu," ujar Ema,  Rabu (9/6)

Ema mengatakan,  di group whatsapp pimpinan, ia menegaskan camat dan lurah jangan ragu melakukannya kalau terjadi ekskalasi. Meski pun, saya sebetulnya tidak mau mengambil pilihan lockdown RT itu.

Baca juga: Satu RT di Coblong Kota Bandung Lockdown Karena Covid 19, Ternyata Ini Penyebabnya

"Sampai saat ini belum ada wilayah lain yang melakukan serupa. Ia pun belum mendapat pengajuan untuk lockdown di tingkat RT," ujar Ema.

Ema mengatakan,  keterisian ruang isolasi di Kota Bandung yang mencapai angka sekitar 78 persen.

Menurutnya, hal itu karena ada pergerakan terutama yang bergejala di tempat-tempat ICU. "Jadi orang yang bergejala sekarang ini tingkatannya agak naik dari yang asalnya biasa. Sekarang perlu ada atensi yang lebih tinggi," ujarnya.

Selain yang disiapkan Pemkot Bandung, tempat isolasi mandiri juga ada di 19 Kecamatan. Ada 11 Kecamatan yang juga terus didorong untuk menyiapkannya.

Baca juga: RW 7 Kelurahan Dago Di-lockdown, Warganya Dapat Bantuan Sembako

Terkait tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, ada kebijakan yang paling praktis yaitu isolasi mandiri. Tetapi jika masuk kategori berat harus dirawat.

"Sekarang ini semua Rumah Sakit serempak diimbau dan sudah direspon untuk menambah tempat tidur. Tapi kita minta kalau yang bergejala ringan jangan sampai masuk di perawatan," ujar Ema. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved