Nelayan di Daerah ini Sedang Resah Karena Kehadiran Bajak Laut Bawa Senjata Api

Fenomena bajak laut tidak hanya ada di film-film seperti halnya film Captain Philip yang dibintangi Tom Hanks.

Editor: Mega Nugraha
(KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWA)
Kapal-kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan di perairan Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Penenggelaman itu dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bajak Laut tidak hanya ada di film-film seperti halnya film Captain Philip yang dibintangi Tom Hanks.

Di Indonesia, di Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat ternyata juga ada Bajak Laut. Para nelayan yang mencari ikan di kawasan itu saat ini sedang ketakutan melaut karena kehadiran para perompak itu.

Warga di Kecamatan Kepulauan Karimata, Yerry Syulasman, yang juga petugas kecamatan, bercerita soal kehadiran sosok bajak laut tersebut. Dia menyebut sudah ada tiga kapal yang jadi korban Bajak Laut.

Baca juga: Ternyata Ini Sosok Makhluk Misterius Berbau Busuk yang Menampakan Diri di Hutan dan Hebohkan Warga

"Ada tiga pemilik kapal nelayan yang (korban bajak laut) melapor ke kami yaitu KM Batara 2, KM PO Saedon, dan KM Anugrah. Ketiganya ini terjadi di pertengahan Ramadhan kemarin hingga sekarang," ujar dia, dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Menurut dia, sosok pelaku begal di lautan yang ditemui korban itu, sama persis seperti di film-film. Di film Captain Philips misalnya, Tom Hanks harus berhadapan dengan para perompak bersenjata di Somalia.

Di Indonesia pun sama, mereka juga membawa senjata api. Mereka lalu merampas solar hingga hasil tangkapan milik para nelayan.

Akibatnya, para nelayan mengaku resah dan ketakutan saat melaut. Selain itu, kerugian yang dialami para nelayan bisa mencapai belasan juta.

Baca juga: Pemain Persib Bandung Latihan Tes VO2 Max, Siapa Yang Ngos-ngosan?

"Pembajak itu merampas barang-barang nelayan, seperti solar, beras, dan ikan hasil tangkapan nelayan, dengan total kerugian kurang lebih Rp16 juta. Kami sudah melaporkan hal tersebut ke Bupati dan aparat hukum di Polres Kayong Utara," katanya.

Kepala Seksi Penyidikan Direktorat Polairud Polda Kalbar Kompol Eko Mardianto mengaku belum menerima laporan tertulis ihwal kejadian tersebut.

Namun, pihaknya tetap menindaklanjuti informasi tersebut dengan meningkatkan patroli di kawasan Karimata.

Baca juga: Pertahankan Karakter XSR 155, Dukung Hobi Touring ke Alam

"Kami belum menerima laporan resmi, tapi kami tetap melakukan penyelidikan, kami lakukan langkah preemtif dan preventif di sana," kata Kompol Eko Mardiyanto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marak Aksi Bajak Laut Sejak Ramadhan, Nelayan di Karimata Takut Melaut",

https://regional.kompas.com/read/2021/06/09/122125978/marak-aksi-bajak-laut-sejak-ramadhan-nelayan-di-karimata-takut-melaut?page=all#page3

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved