Breaking News:

Anjlok Setelah Lebaran, Harga Cabai di Tingkat Petani di Ciamis Masih Terpuruk

menurut Pipin harga cabai di tingkat petani di Sukamanti cukup tinggi. Seperti harga cabai merah keriting Rp 30.000/kg, cabai besar TW Rp 40.000/kg

TRIBUN CIREBON/AHMAD RIPAI
ILUSTRASI - penjual cabai 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Hari Raya Idulfitri sudah hampir sebulan berlalu, tetapi harga berbagai jenis cabai di tingkat petani di sentra sayur kawasan  agropolitan Sukamantri di Ciamis masih terpuruk.

Sudah seminggu ini harga cabai merah keriting di tingkat petani di Sukamantri hanya Rp 9.000/kg padahal menjelang lebaran lalu sempat menembus angka Rp 30.000/kg.

Sementara cabai besar TW turun dan cabai lokal tanjung dari Rp 40.000/kg jadi Rp 10.000/kg. Sedangkan cabai rawit merah turun dari Rp 30.000/kg jadi Rp 16.000/kg.

Baca juga: Menjelang Lebaran, Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit di Purwakarta Mulai Merangkak Naik

“Sekarang harga cabai lagi dibawah. Sejak lebaran harga cabai di tingkat petani terus menerus turun,” ujar Pipin Apilin, petani cabai dari Desa Cibeureum Sukamantri.yang juga ketua Gapoktan Karangsari tersebut kepada Tribun, Rabu (9/6).

Menjelang Idulfitri lalu menurut Pipin harga cabai di tingkat petani di Sukamanti cukup tinggi. Seperti harga cabai merah keriting Rp 30.000/kg, cabai besar TW Rp 40.000/kg, cabai lokal tanjung Rp 40.000/kg dan cabai rawit merah Rp 30.000/kg.

Namun setelah Lebaran katanya harga cabai terus menerus turun. Dan dalam seminggu ini harga cabai merah keriting bertahan di angka Rp 9.000/kg, cabai lokal tanjung dan besar TW Rp 10.000/kg serta cabai rawit merah Rp 16.000/kg.

Baca juga: Menjelang Ramadan, Harga Daging Sampai Naik, Harga Cabai Rawit Turun

Turunnya harga cabai di tingkat petani tersebut menurut Pipin karena pasca lebaran ini daya serap pasar berkurang karena permintaan berkurang. “Mungkin karena daya beli masyarakat menurun, permintaan pasar juga menurun,” katanya.

Padahal katanya hasil panen cabai saat ini cukup bagus, serangan hama dan penyakit tidak terlalu tinggi. “Kondisi panen cukup normal. Sekarang kebun cabai saya yang lagi panen mencapai 1 hektare,” ujar Pipin. (*)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved