Breaking News:

Kepala Kanwil DJPb Jabar Sebut Pencairan Gaji ke-13 untuk ASN sudah mencapai 89 persen.

Gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dicairkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Barat (Kanwil DJPb Jabar) sudah 89,

Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Kepala Kanwil DJPb Jabar, Dedi Sopandi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembayaran gaji ke-13 PNS yang dicairkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Barat ( Kanwil DJPb Jabar ) sudah 89,80 persen.

Kepala Kanwil DJPb Jabar, Dedi Sopandi mengatakan, pencairan gaji ke-13 PNS ini sudah dimulai sejak awal Juni 2021.

Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum Positif Covid-19, Begini Situasi Pontren Miftahul Huda Manonjaya Kabupaten Tasik

"Kebijakan pemerintah khususnya untuk PNS, setelah sudah ada THR sekarang diberikan gaji ke-13 PNS. Per 8 Juni realisasinya sudah Rp. 566,36 Milyar atau 89,80 persen dari yang harus dibayarkan," ujar Dedi Sopandi saat rapat kerja teknis fungsi keuangan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Dedi, saat ini masih ada yang belum mengajukan dan masih dalam proses yang akan disalurkan oleh 12 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai kantor bayarnya.

Adapun dana yang dikelola oleh 12 KPPN tahun ini Rp. 64,99 triliun dan realisasinya sampai 8 Juni sudah mencapai Rp25,72 triliun atau 39,58 persen. Dengan rincian, belanja pegawai pagunya Rp 19,48 trilun realisasinya Rp9,03 triliun atau 4,68 persen.

Baca juga: Jangan Kaget, Ada Pemotongan Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan 1 Juni 2021 Saat Cair, Berikut Rinciannya

Belanja barang Rp16,89 Triliun, realisasinya Rp. 5,22 Triliun 30,93 atau persen, kemudian belanja modal pagunya Rp9,63 Triliun, realisasinya Rp3,21 Triliun atau 33,38 persen, bansos paginya Rp33,93 milyar Realisasinya Rp11,14 Milyar atau 32,85 persen serta transfer ke daerah pagunya Rp18,95 Triliun realisasinya Rp8,23 Triliun atau 43 persen.

"Jadi, dari pagu Rp64,99 Triliun realisasi sampai hari ini sudah Rp25,72 triliun atau 39,52 persen," katanya.

Target realisasi pada semester tahun ini, kata dia, minimal 40 persen. Dengan capaian saat ini, pihaknya optimistis target minimal itu bakal tercapai.

"Saya optimistis karena 8 Juni realisasinya sudah 39,52. Tapi karena dalam kondisi ekonomi masyarakat yang belum optimal, maka dana APBN ini mempunyai peran yang sangat penting terutama dalam pemulihan ekonomi dalam kondisi Covid-19 ini," katanya.

Menurut dia, jika realisasinya melebihi target minimal, maka efek multiplier dari penyerapan anggaran dapat membantu akselerasi perekonomian, khususnya di Jabar.

Baca juga: Pemkab Cianjur akan Larang Panggung Dangdutan di Hajatan, Tak Mau Seperti Kudus dan Bangkalan

"Target pemerintah untuk 2021 ini targetnya 5 persen pertumbuhan ekonomi, saat ini secara nasional kita masih terkontraksi di 0,74 persen dan Jabar 0,8 persen lebih tinggi sedikit," ucapnya.

Mudah-mudahan, kata dia, dengan diakselerasinya dana APBN semakin mempercepat pemulihan ekonomi dan target 5 persen itu bisa tercapai.

"Tidak bisa dipungkiri, pergerakan ekonomi masyarakat akan terbatasi salah satu yang harus bekerja keras adalah dana APBN, jadi sekarang kita sedang bekerja sama dengan satuan kerja-satuan kerja agar mampu mengakselerasi," katanya

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved