Breaking News:

Pemkab Cianjur akan Larang Panggung Dangdutan di Hajatan, Tak Mau Seperti Kudus dan Bangkalan

Pemkab Cianjur akan mengeluarkan surat edaran larangan syukuran menggelar pesta panggung dangdutan yang mengundang kerumunan.

Istimewa
Para tenaga medis Puskesmas Cibinong melakukan tracing imbas dari klaster hajatan 

Laporan Wartawan Tribunjabar,id Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan, Pemkab Cianjur akan mengeluarkan surat edaran larangan syukuran menggelar pesta panggung dangdutan yang mengundang kerumunan.

Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya dugaan dari klaster hajatan di Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang menggelar panggung dangdutan dan menyebabkan 35 orang positif Covid-19.

"Awalnya ada yang berobat mengeluhkan anosmia, lalu dites dengan antigen mulai ada yang positif beberapa orang, lalu diperiksa kembali dua kali sampai tes PCR antigen dan dihasilkan 35 orang positif," ujar Yusman melalui sambungan telepon, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Dua Desa di Cianjur Lockdown Lokal Akibat Klaster Hajatan, 35 Orang Positif

Yusman mengatakan, ia baru saja melakukan klarifikasi ke Cibinong terkait kejadian ini.

"Setelah saya klarifikasi, iya memang ada kaitan dengan hajatan. Ada yang menggelar panggung dangdutan. Saya klarifikasi masalah itu di kawasan Padasuka dan Cimaskara disebabkan karena yang mudik," katanya.

Yusman mengatakan dari keterangan yang ia dapat acara syukuran pernikahan di tempat tersebut ada panggung dangdutan dan saweran.

"Saya mendengar Pemkab Cianjur akan membuat surat edaran terkait larangan menggelar syukuran dengan panggung dangdutan yang membuat kerumunan," kata Yusman.

Petugas saat membubarkan paksa hajatan di wilayah Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/5/2021).
Petugas saat membubarkan paksa hajatan di wilayah Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/5/2021). (Istimewa)

Dandim 0608 Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi mengaku prihatin dengan adanya 35 warga Cibinong yang positif.

"Ini sepertinya melanggar disiplin protokol kesehatan yang selalu diimbau oleh pemerintah. Tentu Cianjur tak ingin seperti Kudus dan Bangkalan yang darurat covid, jadi mari terus jaga dan terapkan protokol kesehatan," katanya.

Kapolres Cianjur AKBP M Rifai mengatakan, pihaknya akan memberikan masukan dalam rapat forkopimda mendatang.

"Dalam rapat evaluasi Senin siang kemarin ternyata bahwa Cibinong ada klaster syukuran pernikahan, nanti kami akan memberikan masukkan kepada forkopimda membantu proses penanganan," katanya. (*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved