Breaking News:

Kantor Desa Bojongkondang di Pangandaran Digeruduk Massa Terkait Pilkades, Ini Penyebabnya

Kantor Desa Bojongkondang Kecamatan Langkap Lancar Kabupaten Pangandaran digeruduk massa pada Selasa (8/6/2021).

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kantor Desa Bojongkondang Kecamatan Langkap Lancar Kabupaten Pangandaran digeruduk massa pada Selasa (8/6/2021).

Kantor Desa Bojongkondang digeruduk massa karena tak terima ada seorang warga dipenjara gara-gara money politik Pilkades 2019.

Baca juga: Ini Yang Dicari Pelatih Persib Bandung dalam Uji Coba Melawan Tira Persikabo

Dari pantauan Tribun Jabar, massa yang mewakili masyarakat di Desa Bojongkondang berbondong-bondong mendatangi desanya.

Massa mendesak kepala desa terpilih untuk mengeluarkan satu warga yang dipenjara seusai Pilkades.

Wawan Ciwong (45), salah satu pemimpin massa menyampaikan, mengklaim knya mewakili masyarakat untuk menindaklanjuti adanya indikasi pelanggaran tentang pilkades.

"Yakni adanya politik uang, sampai terakhir ada seorang warga Adi Haryadi (43) yang dijadikan korban timnya 05 kepala desa terpilih sekarang," ujar Wawan saat ditemui beberapa wartawan di depan kantor Desa Bojongkondang, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, hal ini sudah ada keputusan dari Pengadilan Negeri Ciamis.

"Korban Adi Heryadi sudah dijatuhi hukuman selama 6 bulan. Namun, tanggapan kepala desa tidak memuaskan," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Persib Bandung akan Tampil di Piala Wali Kota Solo, Begini Alasan Robert Alberts

Ia berdalih Adi Heryadi sudah berjuang untuk pemenangan kepala desa terpilih saat ini. Namun, sang kades terpilih tidak membantu Adi.

"Kalau mau berusaha, itu kapan waktunya. Sekarang, giliran masyarakat siapa lagi yang mau dimasukin ke penjara? Sedangkan timnya, bukan Adi saja. Harapan kami, satu warga yang dipenjara segera dibebaskan dan kepala desa Bojongkondang sekarang untuk segera mundur," ucap Wawan.

Camat Langkaplancar, Deni Ramdani menyampaikan, unjuk rasa ini imbas dari pilkades 2019.

"Perwakilan dari masyarakat ini ingin satu warga korban pilkades segera dikeluarkan dari penjara dan meminta Kepala Desa Bojongkondang untuk lengser," kata dia.

Baca juga: PT PLN Bangun Teaching Studio Rp 770 Juta untuk FEB Unpad

Penulis: Padna
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved