Kamis, 11 Juni 2026

Covid 19 di Kota Bandung

Kota Bandung Terancam Kolaps oleh Covid-19, Kasus Melonjak, Keterisian Tempat Tidur 79,9 Persen

Yana Mulyana khawatir Kota Bandung akan kolaps karena lonjakan Covid-19.

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (kiri), saat akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Balai Kota Bandung, Selasa (2/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengkhawatirkan Kota Bandung kolaps akibat lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Bandung yang terjadi setiap hari.

Yana mengatakan berdasarkan data hari ini dari bed occupancy ratio atau BOR sudah menembus di angka 79,9 persen.

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," katanya, di Lodaya, Minggu (6/6/2021).

Dia juga ingin meluruskan adanya stigma saat libur lebaran terkait kebijakan pemerintah yang melarang adanya mudik.

Padahal, kata dia, pelarangan mudik itu semata untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kami justru khawatir adanya libur panjang, karena siklusnya peningkatan Covid-19 terjadi setelah adanya libur panjang dan biasanya itu pada dua minggu sampai sebulan pascalibur panjang," ujarnya.

Hari ini peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung, lanjut Yana, sudah sampai di angka 100 orang per hari dari awalnya hanya sekitar 30an orang.

Adapun langkah antisipasi yang diberikan Yana ialah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di kewilayahan.

"Kalau saya sih kuncinya pada PPKM mikro. Sebab, RT dan RW yang tahu betul warganya apakah mereka mudik atau tidak. Jadi, ketika ketahuan ada yang mudik atau tak ada selama beberapa hari bisa langsung diisolasi," katanya.

Ketika disinggung masalah infrastruktur pelayanan kesehatan, Yana menegaskan Kota Bandung sudah mempersiapkan segala halnya dan berharap persiapan-persiapan itu tak terpakai.

"Mudah-mudahan, sih, infrastruktur kesehatannya tak terpakai. Tapi, tren sudah mau tembus ke angka 80 persen, saya merasanya ngeri. Bismillah jangan sampai melonjak lebih parah. Dan kami sudah minta rumah sakit untuk tambah tempat tidur bagi pasien positif," katanya.

Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Ahyani Raksanegara menjelaskan, bahwa maksud dari situasi kolaps tersebut, adalah ketidakmampuan fasilitas kesehatan untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal, akibat beban pertumbuhan kasus yang terus bertambah. 

"Jadi maksudnya kondisi itu (kolaps) bisa terjadi, apabila penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus tidak terkendali, lonjakan kasus terus terjadi, maka ada risiko terganggunya pelayanan kesehatan akibat beban besar yang terus bertambah," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (6/6/2021).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved