Breaking News:

Rumah Warga di Sukabumi Retak-retak Seusai Gempa Bumi Bersumber Dari Sesar Cimandiri

Sejumlah rumah di Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi retak-retak seusai gempa bumi pada Sabtu (5/6/2021).

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Mega Nugraha
Rumah Warga di Sukabumi Retak-retak Seusai Gempa Bumi Bersumber Dari Sesar Cimandiri
Istimewa
Sejumlah rumah di Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi retak-retak seusai gempa bumi pada Sabtu (5/6/2021).

Laporan Kontributot]r Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejumlah rumah di Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi retak-retak seusai gempa bumi pada Sabtu (5/6/2021).

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, gempa susulan berkekuatan M 2.3 terjadi pukul 13:27:53 WIB. Salah satu rumah warga yang retak salah satunya rumah warga milik Tedi di daerah Gunung Manglayang atau sekitaran Gunung Goong, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

"Iya benar terjadi keretakan pada rumahnya. Hasil cross check dengan pak Tedi Ginanjar, benar terjadi terjadi keretakan," ujar Daryono.

Baca juga: Simak, Ini Jenis Gas yang Keluar dari Semburan Lumpur di Desa Cipanas Cirebon

Kata dia, dinding rumah yang retak diduga karena kondisi rumah.

"Hasil analisis awal, dikarenakan bahan bangunan yang sudah lama, karena bangunan didirikan sekitar tahun 1985/1986 dan belum cakar ayam. Rumah bertingkat dan yang mengalami keretakan adalah lantai bawah," katanya.

Selain rumah Tedi, Daryono mengatakan, keretakan terjadi di rumah warga lainya. Menurutnya, rumah itu retak karena gempa disebabkan aktivitas Sesar Cimandiri karena rumah yang terdampak berada di jalur Sesar Cimandiri.

Baca juga: Tragis, Balita di Ciamis Tewas Kesetrum Listrik Saat Beri Makan Ayam

Sesar Cimandiri merupakan sesar atau patahan geser aktif sepanjang 100 km memanjang mulai dari Muara Sungai Cimandiri di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, lalu mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.

"Terdapat juga rumah tetangga yg berjarak 5 meter yang mengalami keretakan kecil, tetapi kondisi bangunan terbilang baru. Kondisi tanah ditempat pak Tedi adalah datar dan tidak miring, sehingga tidak ada pengaruh kemiringan yg menyebabkan keretakan. Karena itu ada sungai cimandiri dipetanya," terangnya.

Sekedar informasi, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=3.0. Episenter terletak pada koordinat 6.95 LS dan 106.97 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 3 kilometer.

Baca juga: Apa Itu Sesar Cimandiri & Citarik? 2 Sesar Aktif di Sukabumi, Citarik Maret 2020 Rusak Ratusan Rumah

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cimandiri.*

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved