Selasa, 19 Mei 2026

Platform Karya Mahasiswa ITB Ini Bantu Konseling untuk Penderita Depresi, Stres Hingga Kecemasan

Hidup adalah platform media tentang kesehatan jiwa juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan para psikolog dan psikiater dalam bentuk konseling

Tayang:
Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
SHUTTERSTOCK/KOMPAS
Ilustrasi depresi- Hidup adalah platform media tentang kesehatan jiwa juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan para psikolog dan psikiater dalam bentuk konseling secara langsung.  

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Pameran bisnis mahasiswa ITB dan talkshow kewirausahaan yang bertajuk Entrepreneurship Festival PMWxTOP 2021 Batch 1 “Finish what do you start as Young Technopreneur, Break a Leg and Never STOP” digelar, Sabtu, (5/6)  secara virtual.

Acara sebagai puncak dari program kewirausahaan yang berlangsung sejak Januari hingga Juni 2021. 

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Technopreneurship Orientation Program (TOP) PMWxTOP 2021, merupakan program kolaborasi antara ITB Career Center dengan LPiK ITB dalam bidang kewirausahaan. 

Baca juga: Kerja Sama dengan Start Up, Rumah Sakit Sartika Asih Kini Punya Fasilitas Pengolah Limbah B3 Medis

Direktur ITB Career Center, Sonny Rustiadi, PhD. mengatakan, kolaborasi PMW X TOP 2021 untuk mendukung ITB menjadi Entrepreneurial University.

Acara ini diarahkan untuk membangun ekosistem inovasi dan entrepreneurship di kalangan mahasiswa. 

Ada 4 platform startup yang mencuri perhatian dalam acara ini.

Salah satu peserta PMWxTOP ITB 2021 Batch 1 membuat platform bernama HIDUP.

Hidup adalah platform media tentang kesehatan jiwa juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan para psikolog dan psikiater dalam bentuk konseling secara langsung. 

“Depresi, gangguan bipolar, kecemasan dan gangguan stress merupakan jenis gangguan mental yang rentan terjadi di kalangan mahasiswa, baik karena perkuliahan maupun dalam lingkungan pertemanan. Kesehatan jiwa menjadi salah satu concern mahasiswa ITB dalam membuat usaha,” ujar Sonny, seusai penutupan acara PMWxTOP ITB 2021 Batch 1. 

Selain itu, adapula edukasi mengenai kesehatan jiwa dalam bentuk seperti infografis, tips&trik, #apakataahlinya (sesi tanya jawab dengan followers), dan juga sudut padang (sharing pengalaman seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa). 

Hidup juga telah bekerjasama dengan Yayasan Sehat Mental Indonesia (YSMI) dalam menyediakan para psikolog dan psikiater yang kompeten dalam bidangnya.

Baca juga: Peneliti ITB Lakukan Penelitian Longsor-Tsunami Anak Krakatau 2018, Sebut Soal Tsunami Senyap

Selain mengenai masalah kesehatan jiwa, keinginan untuk memberikan akses pendidikan di Indonesia dengan cara mengurangi kesenjangan teknologi dengan bertujun untuk mengangkat kualitas sumber daya manusia di Indonesia menjadi alasan mengapa Mongga terbentuk. 

Mongga adalah startup yang fokus pada menciptakan inovasi di Indonesia dengan berbagai program-program untuk meningkatkan kualitas SDM dan penciptaan berbagai teknologi yang tepat guna. 

Beberapa program yang ditawarkan adalah Mongga Student Ambassador dan Mongga Internship Program. Ada juga kelas yang dibuka oleh Mongga seperti kelas Public Speaking for Event dan juga Studying Abroad Guide. 

Selain Mongga, ada pula Venidici.

Sebuah platform yang membantu anak muda atau kaum milenial untuk mendapatkan skill personal maupun professional yang relevan sesuai dengan perubahan zaman. 

“Di sini, para anak muda dapat menemukan dan mendapatkan karir impian melalui tahap eksplorasi dan edukasi. Workshop dan seminar dibidang industri kreatif, industri bisnis dan manajemen dan juga industri teknologi menjadi bidang utama dari Venidici,” katanya.  

Beberapa perusahaan maupun institusi telah berkolaborasi dengan Venidici seperti Gojek, Emina, OJK, Nutrifood, Unilever dan masih banyak lain.

Lebih dari 2000 peserta di seluruh Indonesia sudah mengikuti acara workshop yang diadakan oleh Venidici. 

Adapula platform VisitInd. Platform yang dibuat oleh kelompok mahasiswa ITB ini mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2021. 

Baca juga: Tidak Hanya untuk Penanganan Covid-19, Ini Kelebihan Alat 3 In 1 Face Protector Karya ITB

VisitInd menawarkan layanan wisata publik dan privat baik secara online (virtual tour) maupun offline dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan. 

“Hal ini akibat dari efek COVID-19 yang membuat pariwisata di Indonesia mengalami penurunan, maka kelompok mahasiswa ini membuat terobosan dan inovasi dengan membuat platform VisitInd. Visitlnd memberikan jasa layanan pariwisata meliputi objek wisata, transportasi dan juga penginapan,” tutur Sonny. 

Paket wisata yang ditawarkan oleh VisitInd berada di sekitar Bandung dan Lembang. 

VisitInd ini juga sudah menyediakan program magang untuk mahasiswa yang mau mendapatkan pengalaman bekerja dengan perusahaan start-up dan mendapatkan penghasilan tambahan.

Sonny menjelaskan, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang memiliki kreativitas dan inovasi dalam menciptakan usaha sesuai dengan kebutuhan era saat ini yang berbasis pengembangan teknologi. 

“Salah satunya  dengan menyelenggarakan program-program yang sesuai selama masa kuliah, sehingga ketika lulus nanti, jiwa entrepreneur para lulusan tetap tumbuh dan berkembang. Salah satu program yang dijalankan oleh ITB sebagai Entrepreneurial University adalah program PMWxTOP,” ujarnya.

Acara ini diikuti oleh 22 kelompok mahasiswa dengan 2 kategori, yaitu Scale Up dan Startup, serta 6 sub-kategori yaitu Jasa dan Sosial, Teknologi Lingkungan dan IOT, Teknologi Kesehatan dan Kecantikan, ICT, Boga dan Fashion and Kreatif.

Acara diisi Talkshow dari Ir. Victoria Br Sianungkalit, M.M., selaku mantan Deputi Kementrian Koperasi dan UKM bidang Kewirausahaan sebagai keynote speaker, Arizky Iriawansayah selaku Micro Banking Cluster Manager dari Bank Mandiri, Terry Djoni selaku Founder Chatbiz.id dan Ardyka Perdana Putra selaku CEO Indismart. 

Talkshow ini memberikan inpirasi kepada para mahasiswa untuk terus melanjutkan usaha mereka dengan tetap melakukan terobosan-terobosan yang inovatif.

Baca juga: 10 Kampus Terbaik Indonesia Versi SIR, Tidak Ada Unpad, UIN Bandung Terbaik Kedua, ITB ke Berapa?

Kunjungi laman https://virtualfairpmw.itb.ac.id untuk mengikuti acara dan melihat pameran ini.

Sekilas mengenai program PMWxTOP adalah program yang dilaksanakan oleh Sub Direktorat Kemahasiswaan ITBITB Career Center – berkolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) untuk mendukung ITB menjadi Entrepreneurial University. 

Entrepreneurial University dapat terwujud dengan memulai membangun ekosistem, inovasi, dan entrepreneurship.

Banyaknya inovasi yang diciptakan mahasiswa yang memiliki nilai komersial tinggi, maka perlu suatu dukungan berupa pendampingan, pembinaan, pelatihan dan bantuan pendanaan. 

“Mengikuti program ini mahasiswa bisa melakukan klaim SKS dengan beban SKS 3-5 SKS.  Program yang dijalankan 2 kali dalam satu tahun. Mahasiswa yang mengikuti program ini diberikan berbagai fasilitas untuk mengembangkan produknya yaitu dengan cara coaching, workshop, dive-in session dan diberikan pendanaan,” ujar Sonny. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved