Breaking News:

Selama 2021, PPNI Jabar Catat 51 Perawat Gugur Terpapar Covid-19, Rata-rata Tugas di ICU dan IGD

Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Jabar, Wawan Hernawan menyebut para perawat yang meninggal rata-rata kontak langsung dengan pasien Covid-19

Penulis: Cipta Permana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Xinhua via SCMP
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat mencatat,  51 tenaga kesehatan profesi perawat meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sepanjang tahun 2021. 

Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Jabar, Wawan Hernawan, mengatakan para perawat yang meninggal tersebut, rata-rata melayani atau melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19.

Mereka rata-rata bekerja di bagian ICU dan IGD rumah sakit.

"Rekan-rekan sejawat yang meninggal, kebanyakan terpapar saat kontak atau melayani langsung pasien. Beberapa pasien kerap tidak jujur saat petugas melakukan proses skrining atau menanyakan terkait kondisi dan gejala gangguan kesehatan yang dikeluhkan pasien. Pasien baru ketahuan positif, setelah swab/rapid tes antigen keluar," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (4/6/2021) 

Secara rinci, ucapnya, jumlah perawat yang meninggal dunia karena terpapar covid-19, yaitu 48 orang sebelum Lebaran dan bertambah 3 orang pasca-Lebaran.

Baca juga: 22 Polisi Positif Covid-19, Kantor Polsek Cilongok Banyumas Ditutup Sementara

Meski demikian, ia tidak dapat menyebutkan apakah para perawat yang meninggal tersebut disebabkan oleh aktivitas kegiatan di masa libur lebaran atau bukan. 

Berdasarkan catatannya, sejak Januari hingga Mei 2021, terdapat 4800 perawat yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian besar telah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.

"Pasca-Lebaran, kami belum mendengar dari masing-masing DPD PPNI, apakah perawat meninggal karena kegiatan libur lebaran atau bukan. Kami tetap ada koordinasi mengenai penanganan yang harus dilakukan dalam mengantisipasi potensi penularan. Satu di antaranya meningkatkan prokes dan mengenakan APD sebaik mungkin," ucapnya.

Disinggung soal status pandemi Covid-19 di Jawa Barat yang kini dalam siaga 1,  ia mengaku cukup khawatir akan potensi lonjakan kasus yang signifikan pasca-Lebaran.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Daerah Ini Sempat Turun, Kini Naik Hingga 100 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Terlebih, banyak masyarakat yang sudah mulai abai dalam menjaga disiplin protokol kesehatannya. Meski demikian, ia mengatakan para tenaga kesehatan, khususnya perawat siap bertugas secara profesional.

"Perlu kami akui, bahwa terkadang ada perasaan bosan atau bahkan stres dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang terus-menerus berlangsung dinamis, naik-turun seperti saat ini."

"Kami sudah berjanji dalam sumpah profesi yang akan selalu bersikap profesional dalam memberikan pelayanan secara menyeluruh bagi masyarakat. Itulah yang harus menjadi penguat kami dalam melakukan tugas profesi sebagai perawat," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved