Senin, 4 Mei 2026

Rumah Warga KBB Retak, KCIC Klaim Blasting Terowongan Kereta Cepat Sudah Sesuai Aturan

PT KCIC mengklaim peledakan atau blasting Tunnel 11 yang berdampak pada rumah warga dilakukan sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Tayang:
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat menunjukan bagian rumahnya yang retak, Rabu (2/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengklaim peledakan atau blasting Tunnel 11 yang berdampak terhadap keretakan rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilakukan sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan, dalam pelaksanaannya, PT KCIC menggandeng LAPI ITB untuk mengawasi dan memastikan aktivitas untuk tidak melanggar aturan dan mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.

"Semua aktivitas blasting, seperti jadwal dan jumlah bahan peledak dilaksanakan sesuai dengan rekomendasi LAPI ITB. Pada tanggal 31 Mei, blasting dilakukan sesuai dengan aturan dan kaidah yang direkomendasikan LAPI ITB," ujar Mirza melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021).

Ia mengatakan, pada 31 Mei 2021 dilakukan blasting di 8 lokasi dengan 3 kali aktivitas.

Tim kontraktor, lanjut Mirza, melakukan pemantauan atau monitoring di RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, KBB yang berjarak 185 meter dari lokasi blasting.

Aktivitas pertama, kata Mirza dilakukan pada pagi hari dan dari hasil monitoring, didapati bahwa getaran yang terjadi di RW 13 adalah sebesar 0,97 mm, sehingga angka ini masih di bawah ambang batas yang ditetapkan yakni 2mm.

"Kemudian aktivitas kedua dilakukan pada pukul 14.46 WIB. Getaran yang dihasilkan dari penembakan itu sebesar 1,08 mm. Angka itu juga masih dibawah ambang batas yang ditetapkan," katanya.

Baca juga: Tak Tahan dengan Pengeboman Terowongan KCIC, Warga Tipar Silih Asih Geruduk Pengembang

Mirza mengatakan, untuk aktivitas ketiga dilakukan pada pukul 15.16 WIB. Namun, getaran yang terasa di RW 13 itu sebesar 1,29 mm atau masih di bawah ambang batas yang ditetapkan.

"Blasting yang kami lakukan ini dipastikan masih sesuai aturan yang berlaku," kata Mirza.

Sementara terkait keluhan warga, pihaknya akan mencari tahu dan melakukan koordinasi terlebih dahulu. Namun, jika memang kerusakan yang terjadi di rumah warga terbukti merupakan dampak dari aktivitas blasting tunnel, PT KCIC akan memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disepakati.

Mirza mengatakan, dalam proyek ini terdapat 13 Tunnel dengan total panjang 16.671 meter di sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan 8 tunnel diantaranya telah berhasil ditembus.

"Tunnel 11 sendiri saat berhasil ditembus akan memiliki panjang 208 meter. Selain menggunakan metode blasting, salah satu tunnel di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Tunnel #1, telah berhasil ditembus pada pertengahan Desember 2020 dengan metode Slurry TBM menggunakan mesin bor Tunnel Boring Machine terbesar di Asia Tenggara," ucapnya.

Baca juga: Pengakuan Para Pembunuh Preman di Proyek KCIC Cileunyi, Suka Malak Mobil yang Masuk Proyek

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Sejumlah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terdampak ledakan blasting proyek pembangunan terewongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Lokasi pengeboman terowongan tersebut dilakukan di daerah Gunung Bohong yang jaraknya hanya 90 meter dari rumah warga yang berada di RT 4, sehingga mereka juga sangat merasakan getaranya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved