Sabtu, 11 April 2026

Korban Keracunan di Pasawahan Banjaranyar Tinggal 12 Orang yang Masih Dirawat

47 warga korban keracunan yang ditangani Puskesmas Cigayam Banjaranyar. Sebanyak 36 sempat dirawat, di Puskesmas Banjarsari dan Puskesmas Cigayam

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
ISTIMEWA
Sampai Kamis (3/6) sore korban keracunan di Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis, sudah mencapai 50 orang. Tetapi yang masih dirawat tinggal 12 orang yakni 8 orang di Puskesmas Cigayam dan 4 orang di Puskesmas Banjarsari. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Dari total 50 orang warga Dusun Ciawitali dan Dusun Cisarua Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Ciamis yang mengalami keracunan sampai Kamis (3/5) sore tinggal 12 orang yang masih dirawat di puskemas. Masing-masing 8 orang di Puskesmas Cigayam dan 4 orang di Puskesmas Banjarsari.

Menurut Camat Banjaranyar Drs H Anto Risjanto, sampai Rabu (2/6) malam 47 warga korban keracunan yang ditangani Puskesmas Cigayam Banjaranyar. Sebanyak 36 sempat dirawat  di antaranya 8 orang di Puskesmas Banjarsari dan selebihnya di Puskesmas Cigayam.

“Tadi pagi nambah lagi 3 orang . Total korban keracunan sampai hari ini sudah mencapai 50 orang,” ujar Camat Banjaranyar, Drs H Anto Risjanto kepada Tribun, Kamis (3/6).

Baca juga: Puluhan Warga Desa Pasawahan Banjaranyar Ciamis Keracunan, Sempat Diduga karena Makan Kupat Tahu

Dari puluhan korban keracunan yang sempat dirawat di Puskesmas Cigayam dan Puskesmas Banjarsari, menurut Camat Anto sampai Kamis (3/6) tnggal 12 orang  lagi yang masih dirawat. Yakni 8 orang di Puskesmas  Cigayam dan 4 orang di Puskesmas Banjarsari. “Selebihnya sudah pulang ke rumah masing-masing karena sudah sembuh,” katanya.

Puluhan orang warga dari dua dusun di Desa Pasawahan  Kecamatan Banjaranyar Selasa (1/6) malam berdatangan ke Puskesmas Cigayam, Banjaranyar dengan gejala yang sama yakni  pusing-pusing, lemas, mual-mual dan muntah serta diare. Selasa (1/6) malam itu ada 25 orang ditangani Puskesmas Cigayam karena gejala keracunan tersebut.

Sampai Rabu (2/6) pagi, ada 36 orang yang mengalami gejala keracun yang ditangani Puskesmas Cigayam. Sebanyak 31 orang menjalani perawatan diinfus, dan 5 lainnya diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi.

Setelah tim epedemi dan survailans dari Dinkes Ciamis puskemas setempat melakukan penelitian di lokasi kejadian Selasa (1/6) malam  sampai Rabu (2/6) siang  menurut Kabid P2P Dinkes Ciamis, dr H Bayu Yudiawan MM, 80% dari puluhan warga yang mengalami gejala keracunan tersebut Selasa (1/6) mengkonsumsi makanan yang sama yakni kupat tahu. Kupat tahu yang dijual pedagang keliling.

Baca juga: Kebocoran Gas Caustic Soda Buat Puluhan Warga Keracunan, Perusahaan Diminta Benahi Mitigasi Bencana

Dari penelusuran Tim Dinkes Ciamis, pedagang kupat tahu keliling  teersebut sempat menjual 67 bungkus kupat tahu saat ia berkeliling Dusun  Ciawitali dan Dusun Cisarua Desa Pasawahan Selasa (1/6) pagi hingga siang.

Dan sipedagang itu sendiri juga mengkonsumsi dua bungkus kupat tahu yang dijualnya. Satu bungkus disantap saat akan berangkat berjualan Selasa (1/6) pagi dan siang nya setelah setelah selesai berjualan, 1 bungkus kupat tahu yang terssisa pun dimakannya.

“Tetapi pedagang kupat tahu tersebut tidak mengalami gejala keracunan. Jadi kami tidak bisa menyimpulkan gejala keracunan yang menimpa puluhan warga tersebut akibat menyantap kupat tahu. Tidak segamplang itu, Harus menunggu hasil lab atas sampel makanan minuman yang dikonsumsi, berikut sampel muntah dan feces  korban,” ujar Kabid P2P Dinkes Ciamis, dr H Bayu Yudawan MM kepada Tribun pada kesempatan sebelumnya.

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Puslabfor Selidiki Kebocoran Gas Caustic Soda, Sebabkan Puluhan Warga Keracunan

Selain menelusuri keberadaan 67 bungkus kupat tahu yang sudah dijual pedagang keliling tersebut dan siapa saja yang sudah mengkonsumsinya, pihak Dinkes Ciamis dan Puskesmas Cigayam juga melakukan inventarisasi minuman dan makanan yang dikonsumsi selama 24 jam sebelum mengalami  gejala keracunan.

“Dari pengakuan puluhan pasien yang telah ditangani di puskesmas, 80 % mengakui sudah menyantap kupat tahu. Tapi  ada juga warga yang juga mentanpa kupat tahu tetapi tidak mengalami keracunan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved