Sabtu, 11 April 2026

Semburan Lumpur di Desa Cipanas Cirebon Dipastikan Berbahaya Bagi Manusia

Semburan lumpur yang muncul di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, dipastikan berbahaya bagi manusia.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah petugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jabar mendatangi lokasi semburan lumpur di Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Rabu (2/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Semburan lumpur yang muncul di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, dipastikan berbahaya bagi manusia.

Kasubbag TU Cabang Dinas ESDM Jawa Barat Wilayah VII Cirebon, Arif Budiman, mengatakan, hal itu terlihat dari bau menyengat yang muncul dari semburan lumpur di Cirebon tersebut.

Baca juga: Lokasi Semburan Lumpur Cirebon Disebut Kawah Garuda Jaya, Dipakai Pengobatan Penyakit Kulit

Selain itu, menurut dia, adanya laporan warga yang kerap menemukan hewan mati di dekat lokasi semburan.

"Kalau bahaya atau tidak, sebenarnya cukup melihat dari lingkungan sekitar. Kan ada hewan yang mati sehingga secara otomatis pasti berbahaya," kata Arif Budiman saat ditemui di lokasi semburan lumpur, Rabu (2/6/2021).

Ia menduga bau menyengat yang berasal dari semburan bukanlah belerang karena jika diperhatikan lagi maka baunya lebih mendekati minyak tanah.

Baca juga: Semburan Lumpur di Cirebon Sempat Pindah Lokasi, Muncul Lagi Setelah Ditutup

Selain itu, bau menyengat tersebut juga dipastikan berbahaya karena membuat dada terasa sesak sehingga bernafas pun agak kesulitan.

Arif menegaskan ditemukannya hewan sepeti burung mati di sekitar lokasi semburan merupakan indikator kasat mata mengenai bahayanya bagi manusia.

"Kami akan meneliti secara mendalam untuk mencari tahu bahan kimia yang keluar dari semburan ini," ujar Arif Budiman.

Baca juga: Sudah 3 Kali Ajukan Proposal Pembangunan, Tak Ditanggapi, Bangunan SD di Subang Ini Akhirnya Ambruk

Ia bersyukur lokasi semburan lumpur di Cirebon itu jauh dari permukiman warga Desa Cipanas meski baunya kerap tercium dari jarak jauh.

Arif mengapresiasi langkah antisipasi dari Pemerintah Desa Cipanas yang membatasi warganya agar tidak mendekati semburan tersebut.

"Jika tidak diantisipasi maka dikhawatirkan berakibat fatal bagi manusia, sehingga sementara ini jangan ada aktivitas lain di lokasi semburan," kata Arif Budiman.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah petugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jabar mendatangi lokasi semburan lumpur di Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Rabu (2/6/2021).

Mereka tampak meninjau lokasi semburan lumpur yang jaraknya sekitar 400 meter dari permukiman warga tersebut. Mereka mengambil sampel dari material-material yang berada di sekitar lokasi semburan.

Bahkan, mereka juga mengambil sampel air di kolam semburan lumpur berdiameter sekitar lebih dari 5 meter. Air tersebut dimasukan ke botol plastik. Selanjutnya petugas mengukur kedalamannya menggunakan tongkat kayu.

Baca juga: Unik, Di Daerah Ini Bayar Pajak Bumi Bangunan Cukup Dengan Tanam Pohon Pisang di Rumah

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved