Gempa Bumi
Tragedi Jumat Pon 1994, Banyuwangi Diguncang Gempa dan Tsunami 13,9 Meter, Warga Sedang Terlelap
Mengenang gempa banyuwangi yang memicu tsunami 13,9 meter yang disebut tragedi Jumat Pon 1995 dan menewaskan ratusan warga
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banyuwangi pernah terjadi gempa yang memicu tsunami pada 2 Juni 1994. Tragedi yang terjadi tepat pada hari Jumat Pon ini menjadi catatan sejarah tersendiri.
Bagaimana tidak? Ratusan orang meninggal akibat tragedi di Banyuwangi ini.
Gempa berkekuatan Mw 7,8 tersebut memicu tsunami setinggi 13.9 meter.
Baca juga: Mengenang Tsunami Banyuwangi, 2 Juni 1994: Jatim Berpotensi Diguncang Gempa Bumi Dahsyat
Dikutip dari Kompas.Tv, besok, Rabu (2/6/2021) merupakan 27 tahun terjadinya gempa yang memicu tsunami setinggi 13,9 meter di Banyuwangi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono lewat cuitannya di akun Twitter @DaryonoBMKG.
"Mengingatkan bahwa besok adalah ulang tahun Tsunami Banyuwangi 2 Juni 1994 dipicu gempa di zona megathrust Mw 7,8 membangkitkan tsunami setinggi 13,9 meter, menyebabkan lebih dari 250 orang meninggal dan 15 orang hilang," cuit akun @DaryonoBMKG, dikutip Senin (1/6/2021).
Menurut Daryono, Gempa Megathrust merupakan gempa yang berpusat di bidang kontak antar lempeng kedalaman kurang dari 45-50 kilometer.
Baca juga: FAKTA Terbaru Arkeolog Temukan Ini di Lokasi Dugaan Candi Sambimaya Indramayu, Teknologi Tahan Gempa
Gempa ini subduksi landai dan belum menukik.
Gempa ini identik dengan bertemunya dua lempeng, yakni Indo-Australia.
Pada peristiwa 1994 di Banyuwangi, banyak korban yang berjatuhan akibat peristiwa tersebut.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Hidayah, Kyai Afandi Musafa' dilansir dari Kompas.com mengisahkan dirinya sempat menguburkan 84 jenazah.
Pada saat itu, tsunami menerjang kawasan permukiman nelayan di wilayah Dusun Pancer, Banyuwangi.
Karena terjadi pada Jumat Pon, bahkan warga Pancer lebih akrab menyebut peristiwa tersebut dengan sebutan Tragedi Jumat Pon.
Menurut kesaksian warga, kejadian itu bermula dari gempa yang disusul dengan surutnya air laut sejak pukul 3 sore hingga malam hari.
Bahkan, sejumlah warga tetap tertidur lelap, lantaran tidak tahu informasi sebab tidak merasakan gempa sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-tsunami_20181002_222804.jpg)