Sabtu, 11 April 2026

Gempa Bumi

Mengenang Tsunami Banyuwangi, 2 Juni 1994: Jatim Berpotensi Diguncang Gempa Bumi Dahsyat

Rabu (2/6/2021) besok merupakan 27 tahun terjadinya gempa yang memicu tsunami setinggi 13,9 meter di Banyuwangi, Jawa Timur.

Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Ilustrasi foto: Gelombang tsunami dahsyat 26-29 meter akibat gempa bumi magnitudo 8,9 di Jatim. Hasil pemodelan matematis dari BMKG. 

TRIBUNJABAR.ID - Rabu (2/6/2021) besok merupakan 27 tahun terjadinya gempa yang memicu tsunami setinggi 13,9 meter di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan hal itu lewat cuitannya di akun Twitter @DaryonoBMKG.

"Mengingatkan bahwa besok adalah ulang tahun Tsunami Banyuwangi 2 Juni 1994 dipicu gempa di zona megathrust Mw 7,8 membangkitkan tsunami setinggi 13,9 meter, menyebabkan lebih dari 250 orang meninggal dan 15 orang hilang," cuit akun @DaryonoBMKG, dikutip Senin (1/6/2021).

Baca juga: Siang Ini Gempa Melanda Ponorogo Jawa Timur, Pusat Lindu di Darat

Daryono mengatakan, gempa megathrust merupakan gempa yang berpusat di bidang kontak antarlempeng kedalaman kurang dari 45-50 kilometer.

Gempa ini subduksi landai dan belum menukik.

Gempa ini identik dengan bertemunya dua lempeng, yakni Indo-Australia.

Pada peristiwa 1994 di Banyuwangi, banyak korban yang berjatuhan akibat peristiwa tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Hidayah, Kyai Afandi Musafa, dilansir dari Kompas.com mengisahkan bahwa ia sempat menguburkan 84 jenazah.

Baca juga: Pagi Ini Gempa Baru Saja Melanda Blitar Jatim, Pusat Lindu di Laut Selatan, Ini Unggahan BMKG

Pada saat itu, tsunami menerjang kawasan permukiman nelayan di wilayah Dusun Pancer, Banyuwangi.

Karena terjadi pada Jumat Pon, bahkan warga Pancer lebih akrab menyebut peristiwa tersebut dengan sebutan Tragedi Jumat Pon.

Menurut kesaksian warga, kejadian itu bermula dari gempa yang disusul dengan surutnya air laut sejak pukul 3 sore hingga malam hari.

Sejumlah warga tetap tertidur lelap, lantaran tidak tahu informasi sebab tidak merasakan gempa sebelumnya.

Kejadian tsunami diketahui terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dengan ketinggian mencapai 13,9 meter.

Baca juga: FAKTA Terbaru Arkeolog Temukan Ini di Lokasi Dugaan Candi Sambimaya Indramayu, Teknologi Tahan Gempa

Tidak hanya di Pantai Pancer, tsunami pun meluluhlantakkan Pantai Plengkung, Pulau Merah, Lampon, Pantai Grajagan, dan Pantai Rajegwesi.

Sejumlah warga tidak sempat menyelamatkan diri lantaran gemuruh dari arah laut datang dengan kecepatan penuh seperti ditabrak kereta api bahkan ada yang mengira bunyi gemuruh merupakan suara dari helikopter latihan tentara.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved