Selasa, 5 Mei 2026

Ridwan Kamil Diminta Desain Ulang Islamic Center Surabaya, Janjikan Arsitektur yang Cetar

Ridwan Kamil menjanjikan arsitektur yang cetar untuk desain ulang Islamic Center Surabaya.

Tayang:
Istimewa/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Sabtu (29/5/2021) mengunjungi gedung Islamic Center Surabaya di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, yang akan didesain ulang olehnya dalam waktu dekat ini. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung Islamic Center Surabaya sebagai langkah awal desain ulang pusat dakwah Islam tersebut, terutama bagian masjidnya.

Desain ulang ini merupakan permintaan kehormatan Gubernur Jatim Khofifah Indra Parawansa dalam kunjungannya ke Jabar pada April 2021.

Didampingi Khofifah dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Gubernur Ridwan Kamil tiba di gedung yang berlokasi di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, Sabtu (29/5/2021).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini kemudian meninjau ke beberapa sudut gedung dan lahan seluas 3,1 hektare.

"Kalau mendesain sesuatu harus datang ke lokasi. Saya tidak pernah mengimajinasikan sebuah bangunan tanpa melihat lokasinya. Jadi kalau persiapan hari ini survei apakah nanti lahannya luas, sempit, bentuknya kotak, segitiga, lingkaran itu harus dilihat kasat mata," ujarnya melalui siaran digital, Minggu (30/5/2021).

Setelah melihat bagian depan gedung, Emil menyebut desain baru gedung Islamic Center Surabaya dari sisi arsitektur harus terlihat megah terutama yang menghadap ke jalan raya.

Hal ini akan menjadi magnet warga untuk berhenti dan masuk. Tadinya warga hanya sekadar melintas.

"Gambaran arsitekturnya pokoknya akan cetar. Artinya dari jauh bahasa visualnya akan wow, bukan yang diam tapi semarak. Sehingga bisa memanggil orang yang tadinya hanya sekadar lewat namun jadi ingin masuk untuk beribadah," ungkapnya.

Bangunan baru itupun nantinya harus representatif dan memenuhi ekpektasi masyarakat. Rencananya bangunan utama akan lebih didorong ke depan dari lokasi semula.

Emil menyebut, apabila sudah rampung dibangun ulang, gedung Islamic Center Surabaya sangat memungkinkan untuk menjadi tempat wisata religi.

Ini sejalan dengan pengembangan yang sedang dijalankan pemerintah setempat. 

"Mungkin ini bisa jadi wisata religi, saya kira akan menambah PAD juga karena ini aset yang bisa dikembangkan," katanya.

Secara formal aktivitas desain ulang gedung Islamic Center Surabaya merupakan hibah aset intelektual properti yang ke pada masa mendatang bisa dipakai untuk kebutuhan lelang. 

"Jadi secara formal saya menghibahkan aset intelektual properti desain yang nanti bisa dipakai saat lelang," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved