Selasa, 5 Mei 2026

Pilpres 2024

Pilpres 2024, Ridwan Kamil Tunggu Dilamar Parpol, Sudah Bertemu Petinggi PKS Sampai Nasdem

Ridwan Kamil sudah bertemu petinggi PKS hingga Nasdem. Ia menunggu dilamar soal Pilpres 2024.

Tayang:
Tribun Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri acara Data Science Weekend (DSW) via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (28/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merasa harus tahu diri ketika membicarakan peluang maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Meski tingkat elektabilitas dirinya terus terpantau naik lewat hasil sejumlah lembaga survei.

Seperti survei yang dilakukan oleh Y-Publica pekan ini yang menempatkan elektabilitas Ridwan Kamil naik tajam bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Elektabilitas Ganjar pada survei kali ini melampaui Prabowo Subianto yang selama ini unggul di puncak elektabilitas. 

Sementara elektabilitas Prabowo sebesar 16,7 persen dan dibayangi oleh Ridwan Kamil sebesar 15,9 persen.

Ridwan Kamil mengatakan ia memegang dua filosofi politik dalam memimpin, pertama politik akal sehat dan tahu diri.

Menurutnya, tingkat elektabilitas dan popularitasnya yang dilansir lembaga survei bisa diperhitungkan oleh partai politik atau tidak sama sekali. 

“Saya tahu diri. Saya ini belum berpartai, saya tidak tahu apakah dengan hasil survei untuk 2024 apakah akan dilamar atau akan diajak partai politik, saya tidak tahu. Kalau batinnya terbuka bismillah, kalau tidak terbuka, ya tidak masalah,” katanya di Surabaya melalui siaran digital yang diterima, Sabtu (29/5/2021).

Ridwan Kamil menilai dalam bursa Pilpres 2024 yang ada saat ini, para tokoh yang berkpirah dan memiliki news value hari ini berpotensi menaikkan elektoral. 

“Siapa yang punya news value. Ya, orang-orang yang sedang mengambil keputusan saat ini, menteri, gubernur,” katanya.

Ridwan Kamil mengaku sejauh ini hasil elektabilitas lembaga survei lebih banyak dijadikan bahan evaluasi kinerja.

Berbeda dengan calon lain yang ditopang dengan branding dan buzzer, Ridwan Kamil memastikan ia belum memakai strategi buzzer termasuk membentuk tim khusus.

Menurutnya, karena belum berpartai, sejatinya elektabilitas dan popularitas yang terekam oleh lembaga survei murni hasil kerja pribadinya.  

“Apa yang saya kerjakan, dan saya beritakan sendiri berpengaruh pada elektoral. Hasil Drone Emprit, kegiatan saya itu sumber viralnya saya sendiri, kalau teman-teman yang lain, ada amplikasi dari buzzer terkait viral-nya,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved