Minggu, 19 April 2026

Takut Kena Sweeping, Sebagian Pabrik Tahu di Sumedang Memilih Tidak Produksi pada Hari Ini

Sejumlah Pabrik Tahu di Sumedang Tetap Produksi, Tapi Ada yang Tidak Produksi Akibat Ada Info Sweeping

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pekerja Pabrik Tahu Sari Asih saat memproduksi tahu di saat di daerah lain mogok produksi akibat harga kedelai naik, Jumat (28/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah perajin tahu di Kabupaten Sumedang tetap memilih produksi di saat di daerah lain melakukan aksi mogok produksi akibat harga kacang kedelai naik signifikan.

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (28/6/2021), sejumlah pabrik tahu di Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Tanjungsari, baik pabrik kecil maupun pabrik yang besar tetap produksi seperti biasa.

Seperti yang terlihat di Pabrik Tahu Sari Asih di Kecamatan Pamulihan, dan Pabrik Tahu Sari Eco di Kecamatan Tanjungsari.

Para pekerja sibuk bekerja sesuai tugasnya masing-masing, seperti mencetak tahu, menggoreng, maupun menghitung hasil penjualan.

Pemilik Pabrik Tahu Sari Asih, Deni Mulyawan (45), mengatakan, pihaknya memilih tetap produksi karena ada surat edaran dari Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Barat yang mempersilakan tetap produksi atau memilih mogok produksi.

"Jadi, sebetulnya, Kopti Jawa Barat itu mengeluarkan surat edaran resmi, bahwa pabrik tahu itu boleh untuk produksi dan tidak produksi. Imbauannya seperti itu," ujar Deni saat ditemui di pabrik tahu miliknya, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Calon Pembeli Tahu Tempe Bingung, Barang yang Dicari Menghilang dari Pasar Gedebage

Hanya saja, kata dia, ada informasi bakal ada aksi sweeping dari satu paguyuban perajin tahu di daerah lain untuk pabrik yang tetap produksi.

Sehingga sejumlah pabrik tahu di Kabupaten Sumedang ada yang produksi dan ada yang tidak produksi.

"Ada salah satu organisasi yang memang mengharuskan untuk libur. Bahkan ada nada bakal ada sweeping kalau misalnya ada pabrik tahu yang produksi," kata Deni yang juga pengurus Paguyuban Pengrajin Tahu Kecamatan Pamulihan dan Tanjungsari ini.

Informasi sweeping tersebut, kata dia, sampai kepada para perajin tahu karena kabarnya sudah tersebar luas.

Sehingga ada beberapa perajin tahu yang mengurungkan niatnya untuk produksi karena takut di-sweeping.

"Padahal sebetulnya tidak seperti itu karena dari aparat kepolisian juga sudah ada konfirmasi bahwa aksi sweeping itu tidak boleh karena edaran resminya tidak seperti itu," ucapnya.

Atas hal tersebut, pihaknya memastikan bahwa di Kabupaten Sumedang tidak ada keharusan bahwa perajin tahu harus mogok produksi meskipun harga kedelai saat ini mencapai Rp 11.500 per kilogram.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved