ODGJ di Kabupaten Majalengka Capai 1.718 Orang, Berusaha Jadi Daerah Bebas Pasung
Sesuai keinginan Bupati, sambung Harizal, pihaknya akan mencoba mewujudkan bahwa Majalengka akan menjadi daerah bebas pasung.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka mencatat jumlah penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat di Kabupaten Majalengka mencapai 1.718 orang.
Jumlah ODGJ sebanyak itu berdasarkan data yang diperoleh Dinkes Jabar hasil dari laporan dinas terkait.
“Hingga saat ini data dari dinas kesehatan yang termasuk ODGJ ada sebanyak 1.718 orang dan telah dirawat sebanyak 1.423 Orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Harizal F Harahap, Kamis (27/5/2021)
Baca juga: Peristiwa Menegangkan Saat Wanita ODGJ Mengerang di Sisi Jalan Hendak Melahirkan, Sempat Mengamuk
Untuk mengantisipasi terus melonjaknya jumlah ODGJ di Majalengka, pihaknya telah melakukan kerjasama yang baik dengan RSMM Bogor.
Yakni, untuk membantu menyembuhkan para penyandang tersebut.
"Kami minta dan sudah membawa para pasien ke RSMM Bogor untuk bisa melakukan perawatan dan pembinaan terhadap warga Majalengka yang berstatus ODGJ berat tersebut, sehingga bisa sembuh dan pulang ke Majalengka lagi,” ucapnya.
Sesuai keinginan Bupati, sambung Harizal, pihaknya akan mencoba mewujudkan bahwa Majalengka akan menjadi daerah bebas pasung.
Tentunya, dukungan dari seluruh elemen masyarakat harus terbentuk.
Baca juga: VIDEO-Pria ODGJ Jadi Korban Tabrak Lari di Pamanukan Subang, Mengenaskan Terluka pada Wajah
"Target pada tahun 2021 ini, Majalengka bebas pasung bisa terwujud. Selain itu, bahwa pelayanan kesehatan ODGJ berat merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan," jelas dia.
Menurutnya, sasaran ODGJ berat di Kabupaten Majalengka sendiri ialah 0,14 persen jumlah dari 1,718 orang.
“Hasil capaian standar pelayanan kesehatan ODGJ berat pada tahun 2020 sebesar 1.442 orang atau 83,93 persen. Dinas Kesehatan telah melakukan perawatan sebanyak tiga kali untuk 105 orang secara bertahap,” katanya.