Breaking News:

Meski Harga Kedelai Naik, Sebagian Pengusaha Tahu Sumedang Tak Akan Mogok Produksi

Sebab, jika melakukan aksi mogok produksi, mereka dipastikan bakal kehilangan pendapatan dan tidak bisa membayar gaji karyawannya.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pabrik tahu di dearah Lingkungan Andir saat memproduksi tahu kuning. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebagian para pengusaha tahu di Kabupaten Sumedang memastikan tidak akan melakukan aksi mogok produksi meski harga kedelai saat ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Hal tersebut karena sebagian pengusaha tahu Sumedang ini masih memikirkan sejumlah karyawan dan pendapatannya.

Sebab, jika melakukan aksi mogok produksi, mereka dipastikan bakal kehilangan pendapatan dan tidak bisa membayar gaji karyawannya.

Baca juga: VIDEO-Harga Kedelai Naik, InI Alasan Pengusaha Tahu Sumedang Tak Akan Mogok Produksi

Pemilik pabrik tahu kuning di Lingkungan Andir, Enah (53), mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan para pengusaha tahu di Sumedang, sudah sepakat bahwa mereka akan kompak tidak akan melakukan aksi mogok produksi seperti di daerah yang lain

"Kekompakan semuanya (besok) enggak akan ada yang libur (mogok produksi), hanya rapat doang," ujarnya saat ditemui di pabrik tahu miliknya, Kamis (27/5/2021).

Atas hal tersebut, pabrik tahu miliknya akan tetap produksi meskipun harga kedelai saat ini mahal dan sangat berdampak terhadap penghasilannya karena kenaikan harga kedelai ini sudah terjadi sejak tiga bulan yang lalu.

"Harapan ibu semoga harga kedelai turun karena kalau kondisi sekarang ibu keberatan, naik lagi, naik lagi," katanya.

Untuk saat ini, kata Enah, dirinya membeli kacang kedelai dengan harga Rp 1,1 juta per kuintal, padahal harganya normalnya hanya Rp 700 ribu per kuintal, sehingga kenaikan harga ini sangat memberatkan para pengusaha tahu di Sumedang.

Baca juga: Ukuran Tahu di Tasikmalaya Bakal Lebih Kecil, Perajin Pilih Tak Naikan Harga

Pemilik Pabrik Tahu Sari Asih asal Kecamatan Pamulihan, Deni Mulyawan (45), mengatakan, untuk pengusaha tahu di wilayah Pamulihan dan Tanjungsari memang sudah ada yang mogok produksi sejak beberapa hari yang lalu.

"Tapi sampai sekarang masih ada yang tetap produksi. Jadi terkait (informasi) besok mogok produksi, kalau di Sumedang hanya sebagian. Jadi ada yang tetap produksi dan ada juga yang tidak," ujarnya saat dihubungi.

Ia mengakui, bahwa kenaikan harga kedelai yang terjadi sejak beberapa bulan yang lalu ini, memang memberatkan para pengusaha tahu Sumedang, tetapi selama itu pula mereka masih tetap bertahan untuk produksi.

"Harga kedelai sekarang kalau dihitung per kilogram Rp 11 ribu, asalnya hanya Rp 7 ribu per kilogram. Tapi meski harganya mahal, sebagain pengusaha tetap akan produksi," ucap Deni.

Baca juga: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Pemkot Siapkan Solusi Stabilkan Harga Kedelai

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved