Breaking News:

Lebih Baik Menaikkan Harga Jual Tahu dan Tempe Sampai 30 Persen Daripada Mogok Produksi

Lebih baik menaikan harga jual sampai 30 persen daripada mogok produksi tahu dan tempe

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Paguyuban produksi tahu se-Jawa Barat berencana menggelar aksi mogok produksi selama tiga hari mulai besok hingga Minggu (30/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak soal ancaman aksi mogok para produsen tahu dan tempe di Jawa Barat.

Ancaman aksi mogok para produsen tahu dan tempe itu akibat terus meningkatnya harga kedelai dan kelangkaan di sejumlah pemasok.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Eem Sujaemah, mengatakan sejak Januari 2021, pihaknya bersama Satgas Pangan, Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan, serta Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), telah menggelar operasi pasar.

Hal ini, katanya, sesuai arahan Kementerian Perdagangan dan Badan Ketahan Pangan Kementerian Pertanian. Operasi pasar dilakukan mengingat harga kedelai di pasaran sejak Desember 2020 terus mengalami kenaikan.

Upaya operasi pasar ini tidak bisa memenuhi kebutuhan produsen yang terus tinggi, sementara pasokan impor kedelai semakin susut. Tingginya kebutuhan kedelai dalam negeri tidak bisa diimbangi oleh besaran pasokan dari importir.

Baca juga: Harga Kedelai Melonjak, Pengusaha Tahu Akan Mogok Produksi Tiga Hari

“Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan importir lagi susah, Amerika sebagai eksporti lagi banyak permintaan. Kedelai di kita ada, tidak langka, namun harganya mencapai Rp 10.500 sampai Rp 10.700 per kilogram,” katanya di Bandung, Kamis (27/5/2021).

Eem mengatakan perdagangan kedelai berbeda dengan perdagangan komoditas lain mengingat Indonesia masih mengandalkan impor.

Pihaknya saat ini masih menunggu arahan dan kebijakan teknis dari Kementerian Perdagangan dan Badan Ketahan Pangan Kementerian Pertanian terkait solusi agar urusan kedelai ini tidak terjadi kelangkaan. 

Pihaknya juga memastikan bahwa dari informasi yang didapat dari Gakoptindo, tidak ada perintah agar produsen tahu dan tempe mogok produksi. Mungkin ada yang mogok, katanya, tapi tidak semuanya.

Baca juga: Harga Kedelai di Bandung Terus Melambung, Imbas Harga di Amerika, Kopti Tak Melarang Aksi Mogok

Gakoptindo, kata Eem, telah memberi solusi kepada para produsen, yakni dengan produsen tidak mogok produksi dan disarankan untuk menaikan harga jual maksimal 30 persen. 

“Kalau tahu tempe naik 30 persen, itu tidak akan jadi masalah, secara organisasi Gakoptindo tidak menyarankan libur produksi, kalau dia mogok, implikasinya malah akan lebih banyak,” kata Eem.

Eem mengatakan pilihan menaikan harga produksi menjadi solusi jangka pendek yang bisa ditempuh para produsen tahu ketimbang mogok produksi yang dapat berujung lebih buruk.

“Sambil kita menunggu kebijakan pemerintah pusat lebih lanjut dari Kementerian Perdagangan, ini yang bisa kita lakukan untuk sementara,” ujarnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved