Kecelakaan Kereta Gantung di Italia, 14 Orang Tewas, Wali Kota: Ini Mengerikan
Dalam sebuah wawancara, Kementerian Luar Negeri Israel mengaku telah menerima kabar dari otoritas Italia mengenai kecelakaan kereta gantung itu
TRIBUNJABAR.ID, ROMA- Sebuah kecelakaan kereta gantung di Italia menewaskan 14 orang, Minggu (23/5/2021) di Italia. Lima dari 14 korban tewas itu merupakan warga Israel.
Selain korban meninggal, seorang anak terluka parah kecelakaan kereta gantung itu menghubungkan Danau Maggiore Italia tersebut.
Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, menyatakan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Dalam sebuah wawancara, Kementerian Luar Negeri Israel mengaku telah menerima kabar dari otoritas Italia mengenai lima warga Israel yang tewas dan seorang kritis dalam kecelakaan tersebut.
"Kami merasa hancur dan merasakan sakit," kata Marcella Severino, wali kota Stresa, Italia, kepada penyiar RAI.
Baca juga: 200 Ribu Warga London Turun ke Jalan, Prihatin Tragedi Kemanusiaan di Palestina dan Kecam Israel
Melansir Reuters, kereta gantung Stresa-Mottarone itu membawa turis dan penduduk lokal dari kota di Danau Maggiore, hampir 1.400 meter di atas permukaan laut ke puncak gunung Mottarone dalam 20 menit.
Adapun kronologi kecelakaannya, ucap Severino, kereta gantung sedang melakukan perjalanan ke atas gunung ketika kabinnya jatuh sekitar 20 meter ke tanah dan berguling menuruni lereng curam beberapa kali sebelum akhirnya terhenti karena menyangkut di pepohonan.
Orang-orang yang mendaki di dekat lokasi kecelakaan mendengar desisan keras sebelum kecelakaan. Mereka menyebut bilang, kecelakaan itu diyakini disebabkan oleh satu kabel yang putus.
Severino mengatakan, beberapa korban ditemukan terperangkap di dalam kereta gantung dan sebagian lain terlempar ke dalam hutan.
Petugas penyelamatan mulai mengidentifikasi para korban, termasuk warga negara asing, katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Layanan penyelamatan alpine Italia mengatakan panggilan pertama datang tepat setelah tengah hari (10.00 GMT).
Baca juga: 200 Ribu Warga London Turun ke Jalan, Prihatin Tragedi Kemanusiaan di Palestina dan Kecam Israel
Dijelaskan kereta gantung itu tergeletak "kusut" di hutan dan dua anak dibawa dengan helikopter ke rumah sakit anak di dekat kota Turin.
Anak yang lebih tua dari keduanya, yang diyakini berusia antara 9 dan 10 tahun, meninggal setelah menderita dua serangan jantung, kata rumah sakit.
Direktur Jenderal Giovanni La Valle mengatakan rumah sakit tidak memiliki data pribadi untuk kedua anak itu dan belum ada keluarga yang menghubungi rumah sakit untuk menanyakan kabar mereka, yang mengindikasikan bahwa anggota keluarga lain mungkin terlibat dalam kecelakaan itu.
Anak yang lebih muda, diperkirakan berusia 5 tahun, sadar pada saat kedatangan dan sedang menjalani operasi untuk menstabilkan beberapa patah tulang, kata La Valle.
Baca juga: Konflik Israel dan Palestina: Israel dan Hamas Umumkan Gencatan Senjata, Hamas Sebut Mulai Hari Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tim-penyelamat-menyisir-bangkai-kereta-gantung-yang-jatuh-di-italia.jpg)