Breaking News:

Kasus Pengeroyokan Polisi di Sumedang, 4 Anggota Ormas Jadi Tersangka, 2 Orang Masih di Bawah Umur

Sebelumnya, anggota Polres Sumedang mengamankan sembilan anggota ormas menyusul kasus pengeroyokan polisi

sumsel.tribunnews.com
Ilustrasi kasus pengeroyokan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Empat dari sembilan anggota organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan polisi, anggota Polsek Tanjungkerta bernama Bripka Yuyus Subhan.

Sebelumnya, anggota Polres Sumedang mengamankan sembilan anggota ormas menyusul kasus pengeroyokan polisi pada Rabu (19/5/2021) di Dusun Sindangjaya, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 23.00 WIB.

"Anggota ormas yang diamankan ada sembilan orang, tapi yang ditetapkan tersangka empat orang," ujar Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yanto Selamet kepada Tribun Jabar, Senin (24/5/2021).

Empat anggota ormas yang ditetapkan sebagai tersangka itu, yakni pria berinisial SR, BC, FG, dan IF. Dari keempat orang tersangka itu, dua orang di antaranya masih di bawah umur.

Keempat pelaku tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti telah melakukan pengeroyokan polisi.

Baca juga: Polisi di Sumedang Dikeroyok 9 Anggota Ormas, Para Pelaku Sempat Kabur, Ada yang Positif Narkoba

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengatakan pelaku yang masih di bawah umur tidak ditahan, tetapi hanya diberikan pembinaan agar tidak kembali melakukan hal yang sama.

"Dua orang ditahan dan dua orang tersangka tidak ditahan karena masih di bawah umur," kata Eko Prasetyo Robbyanto.

Diberitakan sebelumnya, pengeroyokan polisi tersebut bermula ketika korban melewati pangkalan ojek di Dusun Sindangjaya. Saat itu korban kemudian melihat ada kerumunan orang di lokasi kejadian.

"Sebagai anggota polisi, jiwanya tergerak untuk mengetahui ada kejadian apa. Lalu berhenti dan menghampiri kerumunan, ternyata ada dua orang pemuda yang dalam keadaan mabuk sedang bertengkar dengan pemilik warung," kata Eko Prasetyo Robbyanto.

Tak hanya itu, kata Eko, ada juga salah satu pemuda yang mengenakan topi ormas, ribut dengan petugas ronda, kemudian dilerai dan disuruh pulang oleh korban. "Anggota ormas itu tidak mau pulang," ucapnya.

Eko mengatakan, pada saat yang bersamaan datang lagi anggota ormas yang menggunakan motor dengan berboncengan dalam keadaan mabuk dan langsung memukuli korban di lokasi kejadian tersebut.

Namun, kata Eko, setelah melakukan pengeroyokan, para pelaku mengetahui bahwa korbannya merupakan polisi hingga akhirnya, mereka langsung membubarkan diri.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved