Jawaban Ganjar Pranowo Saat Ditanya tentang Bursa Capres 2024: Kalau Gitu Saatnya Putar Balik

Selain nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, juga selalu masuk setiap survei calon presiden.

Editor: Giri
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Selain nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga selalu masuk setiap survei kandidat presiden dalam Pilpres 2024.

Mengenai hal itu, ini jawaban Ganjar ketika ditanya saat menjajal road bike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Minggu (23/05/2021).

Di sela wawancara bersama wartawan, Ganjar sempat mengapresiasi lintasan road bike.

"Kemarin ada acara di sini ketemu teman-teman sepeda bahas sepeda, kita cobain anu yo, Pak, jalan baru katanya. Wah, keren banget, sepi, bagus," kata Ganjar.

Namun ketika ditanya terkait bursa capres 2024, Ganjar malah memilih putar balik.

“Kalau gitu saatnya putar balik,” jawab Ganjar singkat.

Sebelumnya berdasarkan survei ARSC Capres 2024, Anies tertinggi, yang mengalahkan Prabowo dan Ganjar.

1. Gubernur DKI Jakarta Anies Basewedan 17,01 %

2. Ketum Gerindra dan Menhan Prabowo Subianto 14,31 %

3. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 11,25 %

Baca juga: Pengamat: Ganjar Pranowo Bisa Saja Menyeberang ke Partai Lain, Ini Syaratnya

Tak diundang Puan

Sebelumnya, Ganjar tak diundang dalam acara pertemuan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Jawa Tengah.

Padahal, selain sebagai gubernur, Ganjar merupakan kader PDIP.

Langkah PDIP tersebut dinilai telah mempermalukan Ganjar Pranowo.

Lantaran, PDI Perjuangan telah tebang pilih dalam menentukan kehadiran pada acara yang dihadiri oleh sejumlah kepada daerah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Pengamat Politik Uin Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, Senin (24/5/2021).

“Ganjar Pranowo sedang dipermalukan dan ditelanjangi oleh partainya sendiri,” kata Adi Prayitno.

“Bagaimana mungkin sebagai Gubernur Ganjar pranowo tidak diundang sementara kepala daerah yang lainnya diundang?” tambah Adi.

Sikap PDIP, sambung Adi, jelas meruntuhkan Ganjar Pranowo sebagai gubernur sekaligus kader.

“Jelas ini meruntuhkan kewibawaan Ganjar Pranowo, sebagai Gubernur ditelanjangi, Ganjar tidak diundang karena dituding punya ambisi untuk maju di 2024,” ucap Adi.

Di samping itu, lanjut Adi, ini sekaligus mempertontonkan bahwa ada kelompok tertentu di internal PDI P yang tidak nyaman dengan elektabilitas Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

“Pertanyaan publik, apa yang salah, apa yang haram, ketika Ganjar punya mimpi dan ambisi untuk menjadi capres dari PDIP,” katanya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Tak Diundang PDIP, Dianggap Terlalu Berambisi Nyapres, Dia Kebablasan

“Inilah yang kemudian memunculkan spekulasi kedua yang tampak di panggung belakang, yang tidak terendus oleh publik, yaitu adanya orang tertentu kelompok tertentu yang tidak nyaman tidak happy dengan elektabilitas Ganjar,” ucapnya.

Adi menuturkan, kelompok yang tidak nyaman dengan Ganjar Pranowo adalah elite-elite PDI P yang bisa berkomunikasi dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Orang-orang ini adalah mereka yang punya akses langsung kepada ketua umum, punya karpet merah, dan golden ticket untuk mendapatkan veto untuk diusung melalui elite PDIP,” ujarnya.

“Inilah yang sebenarnya terjadi, makanya tidak mengherankan kalau secara perlahan kedepan kredibilitas Ganjar sebagai seorang gubernur akan dipermalukan dan diruntuhkan secara perlahan justru oleh kader internal mereka sendiri,” tutup Adi.

Kemarin, Ketua DPR Puan Maharani yang merupakan kader PDI P memberikan pengarahan kepada semua kadernya di Semarang, Jawa Tengah.

Tetapi, Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara itu.

Dalam acara, Puan Maharani melontarkan sindiran. Puan mengatakan, bahwa seorang pemimpin seharusnya berada di lapangan, bukan di sosial media.

Pernyataan Puan disinyalir sebagai bentuk sindiran kepada Ganjar Pranowo yang belakangan aktif sebagai host di YouTube pribadinya.

Ganjar Pranowo yang tidak diundang, justru menghabiskan waktu dengan kegiatan bersepeda di Jakarta. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved