Jadi Kecamatan Dengan Kasus Covid-19 Tinggi di Bandung, Camat Minta Pemudik Diisolasi 5 Hari

Kecamatan Antapani menempati urutan pertama terbanyak kasus covid 19 di Bandung

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid- Kecamatan Antapani menempati urutan pertama terbanyak kasus covid 19 di Bandung 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Camat Antapani  Rachmawati mengaku was was dan takut terjadi ledakan kasus covid 19 seiring pulangnya para pemudik.

"Saya was was dan khawatir ada ledakan covid apalagi selama ini Kecamatan Antapani selalu urutan pertama terbanyak kasus covid 19," ujar Rachmawati di Balai Kota, Jumat (21/5).

Rachmawati sudah instruksikan para lurah untuk memantau, mengisolasi dan rapid antigen  warga yang bari datang mudik.

Baca juga: Puluhan Warga di Daerah Ini Positif Covid-19, Satu Kampung Lock Down

"Warga yang datang dari luar Kota wajib isolasi minimal 5 hari, bagi yang positif jika bergejala isolasi di rumah sakit, jika tak bergejala isolasi di rumah," ujar Rachmawati. 

Menurut, Rachmawati , wilayahnya tidak menyediakan rumah isolasi tapi menyiapkan rumah singgah sehat. 

"Jadi yang ditampung di rumah singgah sehat adalah warga yang bukan covid  contoh jika di satu rumah ada dua covid dan tiga sehat, yang dicomot diungsikan tiga orang," ujarnya.

Rachmawati mengatakan sejak ada kasus covid Maret 2020 sanpai 21Mei di Kecamatan Antapani tercatat 1.035 kasus dan 10 orang meninggal dunia.

"Kasus positif covid  yang masih dirawat dan di isolasi kini  52 orang dan yang sembuh 973 orang," ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Kedua Harus Patuhi Jadwal, Ini Akibatnya Bila Tak Sesuai Waktu yang Ditentukan

Rachmawati mengatakan, warga yang meninggal covid terakhir 20 Mei 2021 Guru besar UPI yang baru tugas dari Bogor.

Menurut Rachmawati walau Antapani selalu menduduki peringkat no 1 kasus covidnya, kami satgas penanganan covid19 tingkat Keluragan dan Kecamatan setiap hari turun ke wilayah RW yang banyak kasus covid nya memberikan edukasi/ woro-woro.

Warga wajib untuk tetap patuh 5M dan memberikan bantuan beras per pack 5 kg  untuk warga kurang mampu. 

Beras sumbangan dari warga Komplek Mitra Dago RW11 Kelurahan Antapani Wetan diberi nama GEBBER (Gerakan Berbagi Beras) dan bantuan beras dari Laznas Rumah Yatim, pembagian vitamin dari Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) serta pemberian masker dari Diskar PB, Dinas KUKM Provinsi Jabar dan dari donatur.

Baca juga: DPRD Jabar Minta Pemprov Jabar Antisipasi Potensi Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran

Sementara itu  Camat Coblong Krida baru memantau kelurga yang baru mudik dari Garut lima orang.

"Kelimanya kini sedang menjalani isolasi, tiga di runah sakit dan dua di rumah" ujar Krida.

Krida berharap warga yang datang mudik mematuhi protokol kesehatan  yaitu melapor dan memeriksakan diri ke Puskesmas. 

Sedangkan Camat Cidadap Hilda mengaku tak merasa was was karena jika selalu dihantui ketakutan akan menurunkan imun tubuh dan akan.mudah terserang virus. 

"Wilayah Cidadap kini aman karena selalu memperketat protokol kesehatan sehingga kini hanya tinggal dua orang yang positif covid 19," ujar Hilda

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved