CPNS Jawa Barat

Pemprov Jabar Buka 500 Posisi CPNS dan 16 Ribu PPPK yang Kebanyakan untuk Guru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuka sekitar 500 posisi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 16 ribu PPPK.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Peserta Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Seleksi CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 melewati tahapan penerapan dan pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 sebelum masuk ruang tes, di Gedung Youth Sport Center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuka sekitar 500 posisi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 16 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada akhir Mei 2021. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuka sekitar 500 posisi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 16 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada akhir Mei 2021.

Masyarakat yang berminat mendaftar pun diminta bersiap-siap untuk memenuhi persyaratan administrasinya.

"Kalau untuk formasi, kita sudah ada penetapan dari sana. Tapi yang jelas tahun ini agak lumayan banyak itu untuk pegawai PPPK. Untuk yang CPNS itu sekitar 500, PPPK untuk guru itu sekitar 16 ribuan," kata Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentiaan, dan Formasi Kepegawaian, pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Hermin Wijaya, Rabu (19/5/2021).

Pengadaan 16 ribu PPPK untuk posisi guru, katanya, memang dinilai cukup banyak. Mereka dialokasikan untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB.

Hermin mengatakan, ia belum bisa memberikan detail posisi tersebut karena belum mendapat arahan dari pemerintah pusat.

"CPNS untuk tenaga kesehatan kebanyakan, contohnya, seperti perawat dan dokter. Terus ada tenaga teknis. Tenaga kesehatan itu sekitar 200-an dari 500-an. Sisanya tenaga teknis, sesuai kebutuhan perangkat daerah yang ada di Pemprov Jabar," katanya.

Hermin mengatakan rencana pengadaan CPNS dan PPPK tersebut sudah diterimanya, tapi masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk teknis pengumuman dan pelaksanaannya.

"Tapi untuk ancang-ancang pengumumannya itu sudah ada. Akhir bulan ini rencana pengumuman, pengumuman sama Pemprov Jabar tapi ada arahan dari pusat. Seperti teknis narasinya apa yang harus dimunculkan, tanggal berapa, pendaftaran berapa lama, itu menunggu dari pusat," katanya.

Baca juga: Formasi CPNS Dokter Umum dan Gigi di Pangandaran Akan Dikurangi, Ini Alasan Bupati Jeje Wiradinata

Masyarakat, katanya, diminta mempersiapkan berbagai persyaratan administrasi, dari mulai identitas diri, surat tanda pendidikan, sampai surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

"Tentunya belajar mah harus, kayak soal-soal jawaban tes CPNS begitu. Terpenting juga adalah jangan percaya kabar-kabar yang beredar, selain dari BKD. Kan suka banyak beredar di grup WA seperti itu," katanya.

Masyarakat pun, katanya, jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang menjanjikan bisa membantu kelulusan CPNS arau PPPK dengan syarat uang.

Sebab sampai penerimaan CPNS tahun lalu, masih saja ada yang tertipu rayuan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Yang jelas jangan ada yang tergiur sama tawaran terkait uang. Tes CPNS kemarin dan tes kesehatannya kita yang biayai. Jangan tergiur sama tawaran bayaran uang yang katanya tidak usah tes untuk formasi tertentu. Yang seperti itulah jangan dipercaya," katanya.

Baca juga: Daftar Formasi CPNS 2021 dan PPPK 2021 yang Paling Dibutuhkan, Penempatan Pusat, Provinsi, dan Kota

Tes CPNS, katanya, bisa diikuti siapa pun sesuai administrasinya.

Sedangkan untuk tes PPPK hanya bisa diikuti guru honorer yang terdaftar pada data pokok pendidikan.

"Kekhususan PPPK tahun ini, ada tiga kali kesempatan untuk tes. Kalau tes pertama tidak lulus, bisa yang kedua, lalu yang ketiga. Kalau CPNS biasa ada CAT, SKD, ada SKB. BKD Provinsi menunggu dari Kemenpan, gongnya sudah ada, nanti kami umumkan. Semua persiapan sudah siap, tinggal nunggu pencet tombol dari sana," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved