Breaking News:

Pantai Batu Hiu Sempat Dipadati Pengunjung, 30 Pelaku Usaha Ikut Rapid Test, 5 Positif Covid-19

Kadis Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Ahmad Marzuki, menyampaikan total ada 30 pelaku usaha di Pantai Batu Hiu yang mengikuti rapid test antigen

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar
Seorang pelaku usaha wisata di Batu Karas, Pangandaran, menjalani rapid test antigen, Senin (17/5/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- Rapid test antigen terhadap pelaku usaha dilakukan di beberapa objek wisata di Pangandaran. Hasilnya, lima pengusaha di Pantai Batuhiu dinyatakan positif Covid-19.

Kadis Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Ahmad Marzuki, menyampaikan total ada 30 pelaku usaha di Pantai Pantai Batu Hiu yang mengikuti rapid test antigen.

"Kalau hasil swab, kami belum tentu. Hari ini (18/5/2021), lima orang itu akan ditindaklanjuti dengan PCR (polymerase chain reaction)," ujar Yani saat dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Selasa (18/5/2021) pagi.

Menurutnya, Dinkes Pangandaran menggelar rapid test antigen di sejumlah objek wisata antara lain Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu Pantai Pangandaran, dan Karapyak.

"Sementara, yang ada positif Covid-19 hanya di objek wisata Pantai Pantai Batu Hiu. Ditempat lain negatif semua," katanya.

Baca juga: Wisatawan Asal Bandung yang Tenggelam di Pantai Cikelet Garut Ditemukan Tim SAR Gabungan

Menurutnya, rapid test antigen di tempat wisata tersebut akan dilakukan hingga 24 Mei 2021.

Ia berharap para pelaku usaha proaktif untuk mengikuti pengambilan sampel rapid test antigen ini.

Sebelumnya, dari pantauan Tribunjabar.id, para pelaku usaha wisata di sekitar Batu Karas di-rapid test antigen secara random oleh tim kesehatan dan didampingi satgas Covid-19 Kecamatan Cijulang.

Petugas kesehatan Puskesmas Cijulang, Suryati, menyatakan pihaknya melakukan screening rapid test antigen ini khusus pelaku usaha wisata di Batu Karas.

"Karena kemarin kan, sempat membludak pengunjung. Jadi sekarang, pelaku usahanya di-rapid antigen," ujar Suryati saat ditemui disela sela tugasnya, Senin (17/5/2021).

Meskipun ini dilakukan secara random, tetapi Dinkes Pangandaran memilih orang yang sering kontak dengan pengunjung wisatawan. 

"Sampai sekarang, yang ikut rapid test antigen sudah 20 orang pelaku usaha. Hasilnya, alhamdulillah negatif. Mudah-mudahan semua pelaku usaha wisata, hasil rapid test mereka negatif," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved