Breaking News:

Volume Sampah di Purwakarta Naik Dua Kubik di Momen Lebaran, Petugas Belum Bisa Libur

Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta mencatat terjadi peningkatan volume sampah di Purwakarta di momen Lebaran.

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
ILUSTRASU sampah - Di Purwakarta, volume sampah naik dua kubik di momen Lebaran. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta mencatat terjadi peningkatan volume sampah di Purwakarta di momen Lebaran.

Biasanya, sampah hanya sebanyak enam kubik, tapi kini menjadi delapan kubik.

Kepala DLH Purwakarta, Deden Guntari, mengatakan, pihaknya mengerahkan semua personel untuk membersihkan jalan dan mengangkut sampah setelah Lebaran. 

"Sejak H-1 Lebaran saja (volume sampah) sudah terjadi peningkatan. Mayoritas sampah-sampah yang terkumpul itu ialah sampah rumah tangga karena sampah yang ada di pabrik atau tempat kerja lainnya sudah tutup," kata Deden Gutari di Kantor Persampahan Purwakarta, Senin (17/5/2021). 

Deden juga mengatakan, keberadaan sampah beralih ke jalur-jalur wisata, seperti jalur Jatiluhur dan Wanayasa.

Untuk mengangkut sampah, petugasnya tak mendapatkan waktu libur seperti halnya pegawai-pegawai lainnya hingga kini.

Apalagi, di saat malam takbiran, kata Deden, pihaknya bekerja hingga pagi hari untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di jalan-jalan.

"Tim penyapu jalan kami ada 150 orang dan mobil sampah seluruhnya ada 50 kendaraan. Tim sweeping saat malam takbiran ada delapan mobil dengan 60 orang. Kami imbau kepada warga untuk hendaknya membuang sampah di jam mulai pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB," ujarnya.

Deden juga menyebut, sebenarnya pihaknya membutuhkan tambahan kendaraan untuk mengangkut sampah.

Sebab, kondisi saat ini kendaraan sampah yang ada masih terbilang kurang untuk melayani sampah yang ada di 11 kecamatan di Purwakarta.

Sejauh ini ada 57 kendaraan pengangkut sampah, terdiri atas  24 unit jenis dump truck, 21 unit jenis pikap, 2 unit jenis engkel, dan 9 unit arm roll, dan 1 unit compactor.

"Kami (DLH) kalau ditanya kurang ya memang kurang kendaraan juga sumber daya manusianya. Maka, ke depan rencana kami itu ingin adanya tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recyle (TPS3R) yang diprioritaskan di wilayah Kecamatan Purwakarta. Lewat TPS3R idealnya kan sampah bisa diolah satu hari itu satu ton," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved