Jumat, 1 Mei 2026

Tempat Wisata di Kuningan

Lonjakan Pengunjung Fantastis, Bupati Kuningan Prihatin, Lalu Lakukan Ini

Lonjakan jumlah pengunjung di sejumlah lokasi wisata di daerah membuat Bupati Kuningan Acep Purnama mengaku prihatin.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Bupati Kuningan H Acep Purnama menyampaikan pandangannya saat hendak melakukan pantauan lokasi wisata di Kuningan, Minggu (16/5/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Lonjakan jumlah pengunjung di sejumlah lokasi wisata di daerah membuat Bupati Kuningan Acep Purnama mengaku prihatin.

"Jumlah wisatawan bahkan sudah tidak terkendali. Kita prihatin atas banyaknya kunjungan di titik wisata di setiap daerah," kata Bupati Acep di sela-sela monitoring lokasi objek wisata bersama Forkompinda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021).

Bupati mengklaim pemerintah daerah telah meminta komitmen dari pengelola objek wisata untuk menaati aturan pembatasan pengunjung yang maksimal hanya 50 persen dari kapasitas.

Baca juga: Di Ciamis Semua Objek Wisata Tetap Buka, Pengunjung tidak Membeludak

"Komitmen kami kepada manajamen untuk tetap menjaga agar wisatawan tidak berkerumun serta membatasi kapasitas maksimal 50 persen. Kemudian jika terjadi pelanggaran, kami akan menutup objek wisata," ujarnya.

Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy mengungkapkan hari Minggu kemarin merupakan puncak dari animo masyarakat yang ingin berwisata di Kabupaten Kuningan.

"Hari ini karena libur terakhir dan terlihat animo masyarakat membeludak. Hal ini dikhawatirkan memunculkan kluster lokasi wisata sehingga kami pantau langsung seperti sekarang berlangsung," ujarnya.

Secara terpisah, Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menyatakan bahwa tujuan ini sebagai langkah antisipasi arus balik mudik dan upaya pencegahan banyaknya warga masyarakat yang berkerumun di berbagai objek wisata sesuai kebiasaan pasca-Lebaran.

"Kami arahkan agar Tim Satgas dapat melakukan koordinasi dengan pihak pengelola objek wisata untuk selalu menerapkan prokes dan membatasi kapasitas pengunjung sebanyak 50%, dan apabila ada objek wisata yang tidak melaksanakan protokol kesehatan, maka kami akan berikan peringatan sampai kepada penutupan dan pencabutan ijin usaha," kata Kapolres Doffie.

Terkait dengan membeludaknya jumlah pengunjung di objek wisata, Kapolres Doffie menekankan kepada semua anggota satgas yang telah dibentuk agar dalam pelaksanaan di lapangan lebih mengedepankan sisi humanis.

"Selain humanis juga persuasif serta menghindari perdebatan dengan masyarakat yang berpotensi viral dan kontraproduktif," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved