Minggu, 3 Mei 2026

BKSDA Ciamis Segera Evakuasi Kukang yang Ditemukan di Cempakawarna Tasikmalaya

Pihak BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis akan segera mengevakuasi kukang (Nycticebus javanicus) yang ditemukan warga.

Tayang:
Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Pihak BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis akan segera mengevakuasi kukang (Nycticebus javanicus) yang ditemukan warga.

Kukang itu ditemukan di pohon jambu di permukiman padat penduduk di Jalan Cempaka Warna Cilembang Kota Tasikmalaya, Sabtu (15/5/2021) sore.

Kukang yang merupakan satwa langka dan dilindungi tersebut ditemukan warga dalam kondisi terluka.

“Informasi awalnya kukang tersebut dalam kondisi luka, jJadi harus segera dievakuasi. Harus segera diobati. Kalau dibiarkan terlalu lama berinteraksi dengan orang dikhawatirkan akan terjadi penularan virus. Baik itu virus dari kukang ke orang atau penyakit dari manusia ke kukang,” ujar Dede Nugraha, analisis perlindungan hutan BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis ketika dihubungi Tribun, Minggu (16/5/2021).

Langkah yang akan dilakukan BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis, menurut Dede, yakni mengetahui dulu keberadaan kukang tersebut saat ini.

“Masih di Polsek Cihideung atau sudah di Seksi BKSDA Sukarindik Tasikmalaya. Kalau sudah diketahui keberadaanya akan segera dievakuasi. Secepatnya dibawa ke Ciamis,” katanya.

Setelah dievakuasi, katanya, segera dilakukan pengecekan kesehatan.

Kalau sakit atau luka segera diobati, dirawat. Selain itu juga akan dicek kondisi perilakunya, apakah masih liar atau sudah tergantung pada manusia.

“Kami juga akan menelusuri, bagaimana kukang tersebut sampai nyasar dan ditemukan di sebuah pohon jambu di permukiman warga yang banyak penduduknya,” ujar Dede.

Buru buaya

BKSDA III Wilayah III Jabar di Ciamis juga masih menelusuri keberadan buaya yang jejaknya ditemukan di hutan nipah di muara Karangtirta Desa Sukaresi Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Dari penelusuran yang dilakukan petugas BKSDA dan tagana serta warga, sempat ditemukan jejak buaya di dua lokasi yang berbeda dalam waktu yang berbeda.

“Sementara individunya belum ditemukan. Dari fenomena dua jejak yang ditemukan belum dipastikan apakah individu yang sama atau individu yang berbeda,” ujar Dede.

Dari fenomena jejak yang sudah ditemukan, menurut Dede, diperkirakan buayanya berukuran panjang sekitar dua meter.

“Masih remaja,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved