Kajian
Mana yang Diutamakan Puasa Syawal 6 Hari atau Puasa Qadha? Begini Penjelasan dan Dalil Hadis-nya
Puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal sampai 6 hari berturut. Di sisi lain, ada juga sebagian muslim yang punya utang puasa. Mana yang
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Hanya saja, utang puasa atau puasa qadha dilaksanakan sesuai hari yang tak terlaksana saat puasa Ramadan.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 184.
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberikan makan bagi seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Pelaksanaannya pun terbilang lebih leluasa selama setahun sebelum datangnya kembali bulan Ramadan tahun berikutnya.
Namun, karena hukumnya wajib dibayar, maka sebaiknya utamakan untuk melaksanakan puasa qadha.
Sementara itu hukum puasa Syawal adalah sunah.
Baca juga: Bacaan Doa Qunut Nazilah Mendoakan Tragedi di Palestina, Lengkap Beserta Terjemahannya dan Videonya
Demikian mengingat puasa qadha lebih utama dari puasa Syawal, apakah bisa puasa Syawal dikerjakan di hari lain selama di bulan Syawal?
Mana yang lebih utama puasa 6 hari berturut-turut atau terpisah di bulan Syawal ?
Namun, ada juga pendapat lain yang menyebut puasa Syawal dapat dikerjakan secara terpisah.
Lalu, mana yang utama puasa 6 hari berturut-turut atau terpisah?
Dilansir dari Shahihfiqih, lebih utama puasa 6 hari di bulan Syawal dilakukan secara berturut-turut dan langsung langsung dilakukan setelah hari Idul Fitri (selesai).
Karena demikian hal tersebut merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.
Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal.